Pimpinan PKS (tetap) Hidup Sederhana

Senin, 16 Januari 2012

Lagi belanja di kota tiba-tiba hand phoneku terdengar suara Afghan melantunkan lagu Mihrab Cinta selintas terlihat di layar monitor ada nama salah satu pimpinan PKS Lumajang, belum sempat ku terima sudah tidak terdengar lagi bunyinya, ternyata batterynya tidak sanggup lagi menerima panggilan.

Karena penasaran ku coba menghubungi beliau melalui nomor ku yang lain, ternyata mendapat tugas untuk mewakili Sekum DPD PKS karena kebetulan beliaunya tidak bisa dikarenakan ada tugas di Surabaya. 

Drs. Habib Muttaqin bersama Mentan
Bersama salah satu aleg PKS dari daerah pemilihan 3 Drs. Habib Muttaqin, dan pimpinan PKS Lumajang yang lain menghadiri undangan Ketua DPRD Lumajang dalam acara yang judulnya tasyakuran atas selesai dibangunnya ruas jalan Yosowilangun-Kunir.

Tidak ingin mengecewakan pengundang -sebetulnya Bpk. Habib juga sedang kurang enak badan- meskipun sedang hujan kami bertiga bergerak menuju lokasi dengan menaiki mobil pribadi anggota dewan yang duduk di komisi D ini.

Sepertinya judulnya gag matching ya?
Sederhananya dimana? iya bentar, tunggu dulu yang diatas itu cuman pembukaan...., ceritanya begini.
Illustrasi
Drs. Habib Muttaqin terpilih menjadi aleg periode 2009-2014 dari daerah pemilihan III (Tempeh, Kunir, Yosowilangun), katanya sih gaji anggota DPRD mencapai puluhan juta, tetapi saya lihat selama kurang lebih 3 tahun menjadi anggota dewan tidak banyak perubahan yang terjadi pada keseharian beliau, ini tampak dari rumah beliau yang tetap bersahaja, mobil pribadinya juga tetap Daihatsu zebra tahun 80-an yang masih setia beliau gunakan, nah ini nih menariknya waktu saya kali pertama menumpang mobil beliau ke Kec. Kunir pada sabtu malam tanggal 14 Januari kemarin ada pengalaman seru, waktu itu kan hujan otomatis kaca pintu ditutup takut kehujanan toh? Tetapi karena mobil beliau tidak dilengkapi AC jadinya kaca depan mengembun, jadi dilema deh. Kejadian ini juga yang membuat saya dapat melihat  kesahajaan beliau, tanpa diminta beliau membersihkan kaca depan padahal saya dengar-dengar (gosip) ada orang yang mentang-mentang menjadi anggota dewan kelakuannya sudah seperti raja, ini itu tinggal bilang.

Dengan naik mobil ini pula saya mengetahui tabiat orang dalam memandang orang lain, ternyata diskriminasi itu masih ada. Begini ceritanya: waktu kami bertiga sampai ditempat acara, kebetulan mobil pribadi anggota dewan dari PKS ini "tidak sama" dengan deretan mobil-mobil anggota dewan yang lain, maka tidak heran pula kami tidak memperoleh perlakuan yang sama dengan mereka, tidak ada satu anggota keamananpun yang mendekati untuk sekedar memberitahu tempat parkirnya, beda seperti anggota dewan yang lain yang kebetulan mobilnya lebih baik dari kami yang diantar sampai tempatnya.

Yang ketiga saya dapat belajar dari beliau waktu duduk diantara undangan, beliau tidak memilih kursi yang didepan yang khusus untuk anggota dewan, tentu saja lebih empuk. Beliau malah memilih duduk bersama warga yang lain di kursi plastik yang sedikit basahterkena air hujan. Mungkin inilah pengalaman selama sekitar 4 jam saya bersama salah satu pimpinan PKS yang membuat saya berpendapat bahwa Pimpinan PKS tetapi hidup dalam kesederhanaan.
Share this Article on :
 

© Copyright DPC PKS Sumbersuko Lumajang 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.