Label

Berita Lumajang (63) Dunia (36) Jawa Timur (28) Kiprah Aleg (12) Materi (1) Motivasi (5) Nasional (166) Renungan (126) Serba-serbi (43) Subhanallah (14) Sumbersuko (28) Syariah (1) dokumentasi (6) download (1) iptek (4) lain-lain (6) lokal (34) new (3) tsaqofah (17)

Serba Serbi

Sumbersuko

Renungan

Nasional

Tampilkan postingan dengan label Kiprah Aleg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiprah Aleg. Tampilkan semua postingan

DPRD Jatim Sahkan Perda Jalan yang Berkeselamatan

Selasa, 11 Maret 2014

Komitmen DPRD Jatim untuk terus mendesak pemerintah, supaya terus memperbaiki infrastruktur yang ada di Jawa Timur, tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, baru-baru ini para anggota dewan tersebut baru saja mengesahkan Perda Tentang Jalan yang Berkeselamatan.

Photo dari @kangirw4n

Perda tersebut merupakan inisiatif dari Komisi D DPRD Jatim. Anggota Komisi D Irwan Setiawan mengatakan, perda tersebut sebenarnya berawal dari kegelisahan Komisi D terhadap banyaknya kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan raya banyak rata-rata disebabkan oleh dua hal. Di antaranya kualitas jalan yang buruk, dan kecerobohan para pengguna jalan. Karena itu, kata Irwan, pihaknya ingin mendesak menekan angka kecelakaan yang
disebabkan oleh buruknya kualitas jalan terlebih dahulu. ‘’Baru kalau jalannya sudah diperbaiki, nanti kita akan minta pemerintah atau aparat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara secara hati-hati,” terangnya.

Politisi PKS itu mengungkapkan, dana yang akan dikucurkan untuk memperbaiki infrastuktur jalan pada tahun ini mencapai Rp 1,6 Triliun. Jumlah tersebut sudah mengalami peningkatan secara signifikan. Sebab, saat ini anggaran yang disediakan oleh DPU Bina Marga hanya mencapai Rp 600 Miliar. “Bahkan, pada tahun lalu jumlahnya lebih kecil lagi hingga Rp 400 Miliar,” bebernya. Selain mengatur perbaikan jalan, perda tersebut juga akan mengatur teknis rambu lalu lintas. Meskipun begitu, perbaikan jalan tetap akan menjadi prioritas, khususnya yang berada di kawasan timur ke selatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Jatim Imam Sunardhi. Politisi Demokrat itu berharap, dengan disahkannya perda tersebut, maka semakin banyak jalanan milik provinsi yang kualitasnya semakin membaik. “Karena pada dasarnya kita ingin semua aktivitas warga Jawa Timur, khususnya ekonomi lancar dengan ditunjang oleh jalan yang bagus,” harapnya. (jan/nin)

3 Pesan PKS untuk Dokter

Jumat, 29 November 2013

Pengurus DPD PKS Kabupaten Lumajang beserta jajarannya hari ini Kamis, 28 Nopember 2013 melakukan kunjungan ke RSD dr. Haryoto Lumajang. Dalam kunjungan yang dikomandani langsung oleh Ketua DPD PKS Lumajang Drs. Imam Rofiq disertai Gigih Prihantono, S.Sos selaku Sekum DPD. Bersama rombongan tersebut Kabid Perempuan sekaligus Caleg DPR RI Khuriyatul Fikriyah, SP., Sekretaris Kabid Perempuan Rita Lili R, S.Pd.I dan Aleg PKS yang duduk di Komisi D Drs. Habib Muttaqin.

Pengurus PKS Lumajang diterima Direktur RSUD dr. Haryoto
Rombongan PKS tersebut ditemui langsung oleh Direktur RSUD dr. Haryoto dr. Triworo Setyowati, sekaligus memberikan karangan bunga dengan bertuliskan 'Wujudkan Kebersamaan wahai Dokter, Bidan dan Perawat di dalam pelayanan kepada pasien'.

Dalam kesempatan tersebut Bu Triworo -panggilan akrab direktur RSUD Lumajang- menyampaikan “uneg-uneg” beliau mengenai berita yang akhir-akhir ini ramai di media.  Terus terang dengan putusan MA kami sebagai dokter mengalami keraguan dalam tindakan pelayanan medis ke pasien" ungkap ibu berjilbab ini.

Ketika ditanya oleh Ketum DPD PKS Lumajang Drs. Imam Rofiq. "kira-kira sampai kapan keraguan itu berakhir, mengingat jika terus dalam keraguan maka tidak akan maksimal dalam pelayanan ke pasien ?" Beliau menjawab "benar, dan keraguan kami bisa lama, bisa tidak tergantung proses hukum ini berakhir nanti seperti apa, dan akhirnya berdampak merugikan pasien sendiri"

Diakhir kunjungan, orang nomor satu di RSUD dr. Haryoto Lumajang tersebut memohon doanya sekaligus mendoakan kesuksesan kepada Ketum DPD PKS Lumajang beserta rombongan.

Drs. Imam Rofiq juga menyampaikan 3 hal, yaitu : 1. Mendoakan juga agar bu direktur segera hilang perasaan ragu sehingga bisa lebih fokus dan konsentrasi dalam menjalankan tugas, 2. Menghargai kinerja anak buah khususnya yang sering berhadapan dengan pasien, seperti perawat dan bidan sehingga terjalin kebersamaan dalam pelayanan kepada pasien, 3. Meminta agar tetap mengedepankan pelayanan pasien meski dirundung masalah.

Sebelum pulang, rombongan DPD PKS Lumajang melakukan sholat jama'ah ashar di masjid RSUD dr. Haryoto tersebut.

Pemerintah Jangan Lambat Tunjuk Wakil Jaksa Agung

Kamis, 31 Oktober 2013


Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Aboebakar Al-Habsyi mempertanyakan alasan Pemerintah yang belum mengangkat Wakil Jaksa Agung pengganti Darmono yang pensiun sejak 1 Juli lalu padahal Jaksa Agung Basrief Arief sudah mengirimkan tiga nama untuk dipilih.

Aboebakar al-Habsyi
"Saya tidak tahu apa alasannya, sudah empat bulan lebih belum ada nama yang dipillih oleh Presiden," kata Aboebakar, Kamis (31/10/2013).
Ia mengingatkan bahwa posisi Wakil Jaksa Agung merupakan posisi yang penting dan sangat strategis.

Bahkan sebelumnya Jaksa Agung Basrief Arief mengakui lowongnya jabatan tersebut membuatnya sedikit keteteran dalam menjalankan tugasnya terutama dalam pengelolaan internal kelembagaan kejaksaan.

"Ini kan tidak baik, Kejaksaan Agung itu merupakan salah satu pilar penegakan hukum di Indonesia, harus ada perhatian serius terhadap eksistensi lembaga ini," tuturnya.
Ia menambahkan mungkin Presiden SBY masih membutuhkan waktu untuk berpikir dan menimbang siapakah nama terbaik untuk diangkat menjadi Wakil Jaksa Agung, namun harus disegerakan keputusannya. Apalagi dengan keberadaan Tim Pemburu Koruptor yang diketuai oleh Wakil Jaksa Agung.

Kejaksaan Agung sendiri memang hanya bisa menunggu, karena kewenangan untuk mengangkat Wakil Jaksa Agung berada di tangan presiden, Jaksa Agung hanya berwenang menyerahkan nama calon saja.

tribunnews.com

Satu Desa Satu Pabrik

Senin, 07 Januari 2013


Reses akhir tahun 2012 dimanfaatkan oleh Ir. H. Artono untuk menjaring aspirasi sekaligus mengkampanyekan wirausaha, anggota dewan dari PKS ini siap untuk mendampingi dari manajemen sampai fasilitas lainnya yang dibutuhkan.

Satu Desa Satu Pabrik merupakan programnya untuk dapat mengatasi masalah ekonomi hingga masalah kriminalitas, logikanya dengan adanya pabrik pasti membutuhkan karyawan sehingga mengurangi jumlah pengangguran serta pelaku kriminalitas.

Pada peresmian pabrik batako di Tanggul Jember kemarin, anggota dewan yang diberangkatkan dari dapil IV (Lumajang-Jember) ini terus memotivasi pemuda untuk berkreasi menciptakan peluang usaha apa saja yang menjadi potensi di daerahnya.

Bukan tanpa sebab, tukang insinyur lulusan ITS ini fokus menggarap wirausaha karena background beliau adalah wirausaha dan sampai saat ini sudah puluhan pabrik yang beliau dirikan sejak lulus kuliah, tentunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari putra asli Lumajang ini sudah cukup. Menjadi anggota dewan menurutnya untuk memberi nilai ibadah.

Selama mengembat amanah di dewan propinsi sudah lebih dari 100 hand tracktor beliau serahkan melalui gapoktan-gapoktan diwilayah daerah pemilihannya serta banyak fasilitas-fasilitas lainnya yang diperoleh anggota dewan sudah beliau salurkan kepada rakyat yang membutuhkan, karena dana ini berasal dari APBD/rakyat maka saya kembalikan ke rakyat dana ini tentu lebih besar manfaatnya dari pada beberapa lembar uang yang hanya beredar sekali menjelang pemilu.

Beliau menambahkan “sangatlah rugi rakyat yang pada pemilu kemarin memilih anggota legislatif, jika sudah terpilih tapi pemilih tidak mendapatkan program apa-apa”.

Kunjungi Gaza, DPR Janjikan Konsul Istimewa

Jumat, 30 November 2012

Komisi I DPR bertemu Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyya Kamis (29/11) kemarin. Kepada Haniyya, Komisi I menjanjikan pembentukan konsul istimewa Indonesia untuk Gaza. Demikian yang dilansir Detik.com.
Pertemuan antara Komisi I DPR dengan Ismail Haniyya dilakukan setelah bertemu Parlemen Mesir. Pertemuan ini terbilang istimewa, karena Ismail Haniyya tak mudah untuk ditemui dengan alasan keamanan.
Dari Gedung Parlemen Komisi I DPR sekitar pukul 15.00 waktu setempat, rombongan bergerak menuju kawasan pantai Laut Mediterania. Delegasi menuju perumahan kamp yang merupakan tempat tinggal Haniyya dan terletak tak jauh dari pantai.
Tempat tinggal Haniyya terletak di permukiman padat penduduk. Kediamannya terletak di gang yang lebarnya kurang lebih lima meter. Di depan gang, terdapat portal dan satu pos keamanan. Seorang tentara bersenjata lengkap berjaga di pos itu. Masuk makin ke dalam gang, maka akan lebih banyak tentara yang ditemui.
Kediaman Haniyya terletak tak jauh dari bibir gang. Jaraknya sekitar 30 meter dan terletak di sebelah kiri jalan. Rombongan delegasi memarkirkan kendaraan di pinggir jalan raya dan berjalan kaki menuju tempat politikus Partai Hamas itu tinggal.
Rombongan delegasi diterima di ruang tamu yang luasnya kurang lebih 10 x 10 meter. Ruangan itu tampak sederhana. Tak ada fasilitas mewah yang mencolok, hanya AC dan wastafel di salah satu sudut ruangan. Namun yang mencolok dua gambar besar Masjidil Aqsha yang terdapat di tembok yang saling berhadapan di ruangan itu. Selain itu terdapat dinding yang memuat foto-foto mantan pemimpin Hamas.
Ismail Haniyya menyambut ramah tamu yang datang. Dia berdiri di depan dan menyalami tamunya satu persatu sambil tersenyum. Setelah beramah tamah secukupnya, pertemuan pun dimulai.
Sebagai bentuk penghargaan kepada tamu kehormatan yang datang, Haniyya mempersilakan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq untuk membuka dan menyampaikan maksud kedatangan tujuan delegasi ke Gaza. Mahfudz memaparkan bahwa tujuan utama anggota dewan adalah memperkuat dukungan politik bagi Palestina khususnya Gaza.
“Kami secara khusus memang memutuskan berkunjung kembali ke Gaza untuk kembali memperkuat dukungan politik bukan hanya dari pemerintah tapi juga dari parlemen, di mana untuk mewujudkan Palestina merdeka memang membutuhkan dukungan politik dari berbagai pihak,” kata Mahfudz di kediaman Haniyya, Kamis (29/11/2012).
Komisi I juga menjanjikan akan meminta pemerintah Indonesia untuk membuka konsul istimewa Indonesia di Gaza. Konsul ini nantinya akan menjadi cikal bakal KBRI untuk Palestina.
“Kami akan mendorong pemerintah untuk membuka kantor perwakilan, bukan hanya di Tepi Barat, tetapi juga di Gaza,” ujarnya.
Selain itu, Mahfudz mewakili Komisi I DPR juga menyerahkan bantuan kepada rakyat Gaza. Jumlah bantuannya cukup fantastis, US$ 800 ribu!
“Insya Allah dalam kesempatan kunjungan ini kami dengan tujuh lembaga kemanusiaan akan menyerahkan bantuan dari masyarakat Indonesia yang nilainya mencapai hampir 1 juta US Dollar baik dalam bentuk uang tunai maupun obat-obatan dan peralatan kesehatan, dan Insya Allah bantuan ini akan kami terus lanjutkan,” papar Mahfudz.
Haniyya menyambut senang tujuan dan bantuan yang diberikan oleh Indonesia melalui Komisi I DPR dan lembaga kemanusiaan. Dia juga mengapresiasi tinggi keberanian Komisi I DPR hadir di Gaza.
“Atas nama rakyat Palestina ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi yang hadir saat ini. Kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih atas sambutannya yang menunjukkan betapa besar bantuan dan perhatian rakyat Indonesia bagi Palestina,” ujar Haniyya. 
Sumber (fimadani)

Memperoleh Itu Lebih Mudah

Sabtu, 21 Januari 2012

Wajah sang surya tampak begitu cerah, sinarnya menghangati bumi Lumajang setelah semalaman sampai pagi sang hujan mengguyur tiada henti.
Wajah cerah juga nampak terpancar dari beberapa orang yang menghadiri acara pada sore hari ini, ada apa gerangan yang membuat wajah mereka sumringah?

Penyerahan Hand Tractor oleh Drs. Habib Muttaqin
Mereka adalah kelompok tani dari wilayah daerah pemilihan III yang meliputi Kecamatan Tempeh, Kunir, Yosowilangun dan Rowokangkung pada hari ini Jum'at tanggal 20 Januari 2012 bertempat di Kecamatan Rowokangkung sedang mengadakan serah terima 3 (tiga) hand tractor yang berasal dari kementerian Pertanian dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur.


Hand tractor ini sampai ketangan kelompok tani di 3 Kecamatan ini berkat upaya anggota dewan khususnya dari Fraksi PKS Jawa Timur dan dari Kabupaten Lumajang Drs. Habib Muttaqin yang senantiasa mengawal mulai awal pengajuan sampai dapat diterima langsung oleh yang berhak.


Pemberian mesin pengolahan pertanian ini merupakan bentuk Kepedulian yang besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap bidang pertanian. Ini juga yang disampaikan oleh Kepala Desa Kedungrejo Bapak Suyono pada acara serah terima tersebut sekaligus rasa terima kasihnya kepada PKS khusunya kepada Habib Muttaqin yang telah banyak membantu menyerap aspirasi warga desa tersebut.


Diharapkan bantuan hand tractor ini yang tujuannya bukan untuk konsumtif melainkan sebagai stimulus (rangsangan) kepada petani untuk meningkatkan produktifitasnya. Dalam acara tersebut anggota legislatif dari PKS ini berpesan agar mengelolah bantuan ini dengan sebaik-baiknya, "Memperoleh lebih mudah dari mengelolahnya." pesan Aleg yang berangkat dari dapil 3 ini sekaligus menyampaikan tips cara mengelolah dengan baik agar tidak terjadi "jungkir baliknya hati." katanya menambahkan.


Tips tersebut diantaranya:
  1. Kelompok Tani yang memperoleh bantuan tersebut diupayakan mengadakan pertemuan rutin.
  2. Membahas dan menyepakati beberapa masalah yang penting seputar pengolahan hand tractor tersebut dan dibuatkan semacam peraturan tertulis.
  3. Menunjuk dan menetapkan Pengawas
  4. Membuat pembukuan yang rapi


Pesan tersebut sekaligus sebagai penutup prosesi acara serah terima bantuan mesin alat pertanian dan dinyatakan secara resmi menjadi milik kelompok tani yang  menerimannya.

Artono Bisnis Mulai dari NOL

Jumat, 18 November 2011

Ir. H. Artono
Kisah Artono dalam menjalankan usaha patut disimak, bagaimana langkah pria kelahiran Lumajang  itu memulai usaha dari nol pada 1989 di Ngingas, Waru, Kab. Sidoarjo. Kemudian dalam perjalanannya kini memiliki industri komponen listrik, kompor elpiji/Liquid Petroleum Gas (LPG) dan bergerak lagi menangani cold storage. Industri tersebut ditunjang dengan fasilitas produksi/pabrik cukup besar yang dibangun di bilangan Ambeng-ambeng Selatan, Waru, Kab. Sidoarjo.

Bidang usaha yang digelutinya itu memanfaatkan bahan baku dari logam, dimana harus ditunjang penguasaan teknologi tertentu agar menghasilkan produk berkualitas. Dan tentunya dapat diterima pasar.
Perjalanan bisnis Artono tidak selalu mulus. Di tengah perjalanan dalam menekuni usaha sempat mengalami jatuh bangun, tetapi dengan kegigihan dan belajar dari kondisi yang menimpanya dapat bangkit.

Jadi pengusaha itu tidak boleh kapok saat mengalami kerugian atau kejatuhan, melainkan harus bangun lagi untuk memperbaiki serta menata aspek-aspek dalam menjalankan bisnis agar lebih baik,” tuturnya. Aspek yang dimaksudkannya antara lain soal manajemen dan membaca situasi yang sedang terjadi, untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik. Maka pengusaha harus memiliki semangat baja, tidak mudah menyerah dengan keadaan yang kurang menggembirakan.

Saat itu, pada tahun 2000, Artono di bawah bendera PT Arto Metal mulai memproduksi kompor berbahan bakar minyak tanah berbahan baku stainless steel dengan merek dagang Geni. Ditunjang dengan divisi pemasaran cukup gigih, penjualannya cenderung meningkat hingga mencapai 25.000 unit per bulan yang ditujukan ke berbagai wilayah di dalam negeri.

Usaha yang dikembangkan bertahun-tahun itu langsung anjlok ketika pemerintah memprogramkan konversi bahan bakar minyak tanah ke LPG. Puluhan ribu produk kompor Geni tidak terserap pasar, dan volume penjualannya turun menjadi hanya 5.000 unit per bulan.

“Masyarakat waktu itu cenderung menunggu pembagian kompor gas gratis dari pemerintah. Otomatis saya rugi besar sebab produk kompor minyak tanah Geni tidak terserap pasar dan peralatan mesin produksinya pun [yang membutuhkan investasi tidak kecil] mangkrak,” papar Artono.

Namun, dia memandang peluang lain yakni pembuatan kompor gas, terlebih-lebih pemerintah membuka tender bagi para produsen kompor gas yang akan dibagikan kepada masyarakat. Artono lantas menambah mesin baru untuk memproduksi kompor gas dengan menggunakan bahan baku baja lembaran produksi PT Krakatau Steel dan mata tungku dari Klaten, Jawa Tengah.

Tentu usaha itu membutuhkan tambahan dana investasi tidak kecil, dan Artono terpaksa menjual sejumlah barang termasuk mobil-mobil yang telah dimilikinya.Dia pun berhasil mengikuti tender pemerintah berupa pengadaan kompor gas satu tungku berjumlah ratusan ribu unit, dengan bendera PT Arto Metal Internasional. Selain itu, produk kompor gas itu pun dilempar ke pasaran dengan merek dagang Armet berharga jual Rp100.000 – Rp250.000 per unit jenis dua tungku.

Peralihan dari produksi kompor minyak tanah ke kompor gas hingga terpasarkan berlangsung sedikitnya satu tahun, dimana Artono tidak dapat berjualan. Tetapi kini bisnis kompor gas Artono semakin ‘menyala’, meskipun persaingan usaha itu cukup ketat.

Dari nol
Untuk  mengembangkan pengoperasian pabrik kompor, Artono ditunjang dana permodalan yang dikumpulkan bertahun-tahun secara susah payah. Soalnya, di masa awalnya tidak memiliki modal. “Saya memulai usaha dari nol, di antaranya memproduksi perhiasan dari perak sistem kemitraan yang dipasarkan ke Bali seusai lulus dari ITS,” papar insinyur teknik kimia itu.

Dengan memanfaatkan modal tidak besar, dia  pun lantas menerjuni pembuatan komponen listrik mini circuit breaker (MCB) dengan memenuhi order dari sejumlah perusahaan skala multinasional seperti Schneider dan ABB. Usaha itu cukup menguntungkan, karena order diberikan secara berkesinambungan hingga kini. Dengan adanya pendapatan tetap dari produk MCB, Artono bisa melakukan diversifikasi produk.

Perkembangan usahanya telah menghasilkan omzet miliaran rupiah per bulan, dan Artono kini mengembangkan sayap bisnis dengan menerjuni usaha cold storage untuk menampung ikan hasil tangkapan nelayan di Jember. Sambil menangani aneka industri berbasis teknologi, Artono juga melirik bidang politik dan kini tercatat sebagai anggota DPRD Jatim dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
sumber:
http://lensa.diskopjatim.go.id/profil/umkm/208-artono-berbisnis-kompor-gas-dari-nol-.html  

Artono: Saya Bukan Nazaruddin

Kamis, 22 September 2011

Ir. H. Artono pada Acara Halal bi Halal PKS Lumajang
"Mohon bantuannya kepada masyarakat jangan menyamaratakan pengusaha seperti Nazaruddin" ujar anggota Legislatif DPRD Propinsi Jawa Timur dari Fraksi PKS.
Ir. H. Artono mengungkapkan hal tersebut dalam acara Halal biHalal kader dan simpatisan PKS se-Kabupaten Lumajang pada Ahad, 18 September 2011 kemarin.

Bukan tanpa sebab anggota legislatif asal Lumajang tersebut mengatakan demikian karena background beliau adalah pengusaha, beliau tidak mau stigma negatif pengusaha adalah sama dengan Nazaruddin (mantan bendahara salah satu parpol) "Pengusaha itu bermacam-macam, ada pengusaha yang hanya mendekati penguasa untuk meminta proyek, ada yang seperti kami ini yang harus fight dengan kompetitor kami agar dapat menjual barang kami," ujarnya.

Anggota legislatif yang dimunculkan oleh PKS untuk berkompetisi menjadi orang No.1 di Kabupaten Lumajang ini mengatakan,"Dari bisnis yang saya geluti selama ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, jadi tidak mau mengkorupsi uang rakyat"
Semoga masih banyak Artono, Artono yang lain yang menjadi wakil kita.


Air Gratis dari Aleg PKS

Minggu, 18 September 2011

Drs. Khusnul Khuluq
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lumajang menggelar halalbihalal, di  Kecamatan Klakah, Minggu (18/9). Acara ini tepatnya di Aula Bengkel Fahmi Motor milik dari Aleg PKS dari dapil 2 Drs. Khusnul Khuluq. 

Ketua Panitia sekaligus tuan rumah dalam sambutannya menjabarkan fungsi dewan, sebagai penyalur aspirasi rakyat dan kebetulan aleg PKS ini paham betul akan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya yaitu Kec. Klakah khususnya,  diantaranya kebutuhan akan air. Beliau menyediakan 2 tangki air bersih untuk kebutuhan warga Klakah dan sekitarnya.  Dan yang paling penting semuanya itu diberikan secara Gratis bagi semuanya simpatisan PKS atau bukan.

Dan dalam masa-masa mendatang PKS Lumajang akan terus menyebarkan kebaikan, kepada siapapun dan kadar keberhasilan bisa dilihat dari orang lain yang mengikuti kebaikan yang sudah kita lakukan.

Komisi D Klarifikasi Temuan BPK

Kamis, 15 September 2011

Drs. Habib Muttaqin
Anggota Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kabupaten Lumajang mendatangi mitra kerjanya yaitu RSD dr. Haryoto Lumajang pada hari selasa (14/09/2011) kemarin. Kunjungan kali ini terkait catatan BPKP mengenai pelaporan distribusi obat-obatan.

Kunjungan anggota dewan komisi D ~sesuai fungsinya dibidang pelayanan~  tersebut diawali dengan melihat intalasi rawat inap kemudian dilanjutkan menuju kamar obat kemudian naik kelantai dua melihat laboratorium obat.

Menanggapi temuan BPKP tersebut, setelah bertemu direktur RSD dr. Haryoto, menurut anggota komisi D dari Partai Keadilan Sejahtera Drs. Habib Muttaqin mengatakan bahwa "dr. Triworo Setyowati selaku direktur RSD telah mengetahui kesalalahan tersebut." Kesalahan tersebut dikarenakan persoalan teknis administrasi. Masih menurut mantan ketua DPD PKS ini dr. Triworo berjanji akan memperbaiki kesalahan administrasi tersebut.


Contoh kesalahan administrasi tersebut misalnya:

  • Interpretasi yang berbeda; antara BPK dengan pihak rumah sakit tentang ketersediaan obat cair, pihak rumah sakit menghitung persediaan obat tersebut dengan hitungan cc bukan kemasan seperti perhitungan BPK, karena pasien tidak selalu menghabiskan obat cair tersebut seluruh kemasan adakalanya hanya beberapa cc saja.
  • Keperluan obat mendadak; adakalanya pasien membutuhkan obat yang kebetulan persediaan di RS tidak ada, kemudian diadakanlah barang tersebut tetapi pihak penyedia obat hanya mengirimkan faktur tanpa disertai harga barang. dll
Demikian diantaranya hasil klarifikasi dari direktur RSD. dr. Haryoto menurut politisi PKS yang berangkat dari dapil 3 ini. 

Dewan PKS "Disambati" Jalan Rusak

Minggu, 07 Agustus 2011

Drs. Habib Muttaqin, Abdul Basar, SH, Drs. Imam Rofiq
PKSumbersuko-Anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera memanfaatkan betul moment reses ini untuk menjaring aspirasi rakyat yang selama ini menjadi masalah yang membebani mayoritas rakyat. Bertempat di salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang pada hari Sabtu tanggal 6 Agustus 2011, anggota dewan dari PKS dapil III yaitu Drs. Habib Muttaqin "disambati" berbagai masalah yang dirasakan oleh masyarakat khususnya didaerah Kunir.

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) kabupaten Lumajang Kecamatan Kunir menduduki nomor urut 2 berpenduduk miskin ini yang menjadi perhatian pemerintah wilayah setempat, khususnya Bapak Camat Kunir Abdul Basar, SH. Hal ini terucap saat membuka acara serap aspirasi masyakarat sekaligus buka bersama antara anggota legislatif PKS dengan masyarakat Kunir.

Ini juga yang dirasakan oleh masyarakat yang diwakili oleh Bapak Shodiqin, Suparman , dan Darsono yang mengutarakan uneg-unegnya seputar masalah kemiskinan, dana hibah, jalan rusak yang sudah sedemikan parah, sehingga mengikis kesabaran sebagian warga masyarakat.

"Momentum Ramadhan ini hendaknya bisa memupuk kesabaran, khusnudzon antara masyarakat dengan pemerintah, karena dengan suasana yang kondusif tentunya akan membuat pembangunan dapat berjalan," Ujar Ketua DPD PKS Lumajang Drs. Imam Rofiq sesuai dengan tema ramadhan kali ini "Membina ketaqwaan, maju bersama membangun Lumajang" tambahnya.

Setelah memperoleh penjelasan mengenai prosedur perbaikan jalan yang memerlukan proses yang relatif lama, mulai dari "dog" keputusan oleh DPRD per maret, disampaikan ke gubernur, studi kelayakan, dan sekarang sampai proses tender dan insya Allah paling lambat tahun ini sudah bisa direalisasikan pengaspalan jalan tersebut, barulah warga masyarakat mulai paham atas kondisi yang ada, karena yang selama ini beredar dimasyarakat adalah berita-berita tidak jelas sumbernya jadi seolah-olah masyarakat hanya diberi janji-janji semata, inilah yang membuat sebagian masyarakat hilang kesabaran dengan menulis tulisan disepanjang jalan yang rusak tersebut. (ISM)




Reses Aleg PKS Serap Aspirasi Konstituen

Kamis, 04 Agustus 2011

Ir. H. Artono Tidak Semua Partai Sama
PKSumbersuko-Bagi anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera ini masa reses benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bertemu dengan konstituennya dan menyerap aspirasi dan keluhan-keluhan mereka. "Itulah fungsi Anda semua memilih dalam pemilihan umum kemarin," ujar Ir. H. Artono mengawali pembicaraannya. "Meskipun dari anggota dewan dari partai lain telah pulang semua," ujar wakil dari dapil 4 Lumajang-Jember ini menambahi.

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, masa reses kali ini dilaksanakan mulai tanggal 1-6 Agustus 2011 di dua daerah pemilihan yaitu Lumajang dan Jember, untuk kabupaten Lumajang sendiri sudah 3 titik yang beliau sambangi, untuk hari ini Kamis, tanggal 4 Juli 2011 bertempat di Kecamatan Klakah.

Acara diawali dengan sambutan dari tuan rumah yang juga anggota legislatif tingkat Kabupaten Lumajang, kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Ketua DPD PKS Lumajang yaitu Drs. Imam Rofiq, yang menitikberatkan makna tema Ramadhan tahun ini yaitu "Membina Ketaqwaan, Maju bersama membangun Lumajang".

Berbagai masukan dan curhatan telah disampaikan oleh beberapa tamu yang diundang dan kesemuanya telah dijawab oleh anggota legislatif yang asli dari Lumajang ini sesuai dengan kapasitas beliau sebagai anggota komisi B di DPRD Jawa Timur.

Bertepatan dengan adzan maghrib berkumandang acara dibreak untuk menikmati hidangan ta'jil untuk membatalkan puasa pada hari ini kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama'ah, setelah itu acara inti yaitu Buka Puasa. 

Setelah menyerap aspirasi konstituen di wilayah Kecamatan Klakah, beliau masih melanjutkan tugasnya untuk esok hari di Kecamatan Lumajang, "Kayaknya saya tidak salah pilih memilih PKS, anggota dewannya tetap amanah mewakili aspirasi kami," ujar salah seorang konstituen di akhir acara. (ISM)

Jawa Timur

Berita Lumajang

Dunia

 

© Copyright DPC PKS Sumbersuko Lumajang 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.