Label

Berita Lumajang (63) Dunia (36) Jawa Timur (28) Kiprah Aleg (12) Materi (1) Motivasi (5) Nasional (166) Renungan (126) Serba-serbi (43) Subhanallah (14) Sumbersuko (28) Syariah (1) dokumentasi (6) download (1) iptek (4) lain-lain (6) lokal (34) new (3) tsaqofah (17)

Serba Serbi

Sumbersuko

Renungan

Nasional

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Mensikapi Perbedaan

Rabu, 25 Desember 2013

Gambar http://pwnudiy.or.id/

  1. Ada Shalih(in+at) yang bertanya; dalam Diin, dibenarkankah bersikap; beramal yang berbeda dari ilmu yang difahami; fikih yang diyakini?
  2. Atau bagaimanakah kita; jika harus berbeda dengan orang-orang yang kita hormati; cintai dalam perkara penting? Izinkan kami bercerita.
  3. "Musibah! Musibah! Inna liLlah wa inna ilaiHi raji'un!", begitu seru sahabat mulia 'Abdullah ibn Mas'ud di 'Arafah pada suatu musim haji.
  4. "Aku bersama Nabi, beliau mengqashar. Aku bersama Abu Bakr, dia mengqashar. Aku bersama 'Umar, dia mengqashar. Dan kini, 'Utsman tidak!"
  5. Kelak, kita tahu; Sayyidina 'Utsman RadhiyaLlahu 'Anh punya penjelasan atas sikap beliau yang tak mengqashar shalat dalam haji tersebut.
  6. Di waktu shalat berikutnya, tampak Ibn Mas'ud bermakmum di belakang 'Utsman. Maka beliau ditanya, "Apakah engkau rujuk dari pendapatmu?"
  7. "Tidak, demi Allah", ujar Ibn Mas'ud. "Tetapi perpecahan itu buruk." Fahaman benar, tepat, indah. Semoga Allah ridha pada mereka semua.
  8. Kisah lain; Imam Ahmad ibn Hanbal dalam suatu pendapat menyatakan bahwa orang yang keluar darah mengalir, maka wudhu'nya dihukumi batal.
  9. Maka beliau menjawab, "SubhanaLlah; bagaimana mungkin aku tidak mau shalat di belakang Imam Malik, Sufyan Ats Tsaury, Imam Al Auza'i?
  10. Lalu ada yang bertanya pada beliau RhmhLlh, "Apa kau mau bermakmum di belakang Imam yang mimisan (keluar darah dari hidung) saat shalat?
  11. Beliau menyebutkan nama-nama para 'Alim nan mulia itu; yang mana mereka berpendapat bahwa keluar darah tidaklah membatalkan shalatnya.
  12. 'Abdullah ibn 'Abbas, Zaid ibn Tsabit, RadhiyaLlahu 'Anhuma, juga berbeda pendapat dalam banyak hal; salah satunya soal waris/faraidh.
  13. Menurut Ibn 'Abbas; bagian kakek sama dengan ayah kala tiada. Tak demikian menurut Zaid. Ibn 'Abbas sampai berkata, "Ana sa-ubahiluh.."
  14. "Aku akan bermubahalah dengan dia! Bagaimana mungkin dia bedakan bagian kakek dengan ayah tapi tetap samakan bagian anak dengan cucu!"
  15. Tapi ketika ada kerabat Ibn 'Abbas mengalami persoalan itu; beliau justru undang Zaid ibn Tsabit, dimintai fatwa untuk menyelesaikannya.
  16. Saat Zaid ibn Tsabit pulang, Ibn 'Abbas menuntun keledai Zaid, bermaksud mengantar beliau hingga ke rumahnya. Zaidpun merasa tak enak.
  17. "Tak usah begitu duhai putra Paman RasuluLlah, tak perlu engkau menuntun keledaiku!" Mendengar hal tersebut, Ibn 'Abbas pun tersenyum.
  18. "Beginilah kami diperintahkan", ujar Ibn 'Abbas, "Untuk memuliakan 'ulama kami." Zaid ibn Tsabit menukas, "Perlihatkanlah tanganmu."
  19. "..duhai sepupu RasuluLlah!" Maka Ibn 'Abbas pun menunjukkan tangannya, segeralah Zaid mencium serta mengecupnya dengan penuh ta'zhim.
  20. Ibn 'Abbas amat terkejut dan menegur Zaid, "Apa ini wahai sahabat RasuluLlah? Apa ini wahai penulis Al Quran dan faqihnya kaum Anshar?"
  21. Maka Zaid tersenyum, "Demikianlah kami diperintahkan, tuk memuliakan keluarga, ahli bait RasuluLlah ShallaLlahu 'Alaihi wa Sallam."
  22. Moga Allah ridhai mereka semua; yang luas ilmunya, dalam fikihnya, lapang dadanya, jelita akhlaqnya. Moga kita dimampukan meneladaninya.
  23. WaLlahu A'lam bish shawab.
إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت و ما توفيقي إلا بالله عليه توكلت و إليه أنيب
Oleh Salim A Fillah (https://twitter.com/salimafillah)

Kisah Penjual Sosis Jadi Caleg PKS

Rabu, 04 Desember 2013

Bagi orang kebanyakan, maju menjadi calon legislatif (caleg) harus bergelimang harta. Bisa memasang gambar mentereng berukuran besar di berbagai tempat, serta mampu membeli suara pemilih dalam pemilu. Namun hal itu tidak berlaku bagi Ali (37), warga Desa Plandi Kecamatan Jombang Kota.


Caleg dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ini jauh dari kriteria 'wah' tersebut. Meski siap bertarung dalam pemilu 2014 mendatang, Ali hanyalah seorang pedagang sosis keliling. Ia mangkal dari sekolah ke sekolah untuk menjajakan dagangannya. Namun soal semangat, Ali tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan ia yakin mampu merebut kursi di DPRD Jombang.

Ketika pagi masih buta, bapak dua anak ini sudah sibuk di dapur rumahnya yang sederhana. Ia menyiapkan seluruh peralatan yang akan digunakan untuk bekerja. Mulai membersihkan gerobak roda tiga, memasang kompor gas, menata sosis, hingga meracik saus. Tidak lupa, pria gempal ini membawa segepok stiker yang bergambar dirinya.

Setelah semua beres, kaki kekar Ali langsung menggenjot pedal gerobaknya. Roda gerobak kayu itu menggelinding menuju TK Bapin Desa Plandi atau yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya. Begitu Ali datang, bocah-bocah TK itu langsung menyerbu. Mereka berebutan membeli sosis yang dijajakan Ali.

Kompor yang mejeng di gerobak itupun menyala. Sejurus kemudian, bau khas sosis goreng sudah menyebar kemana-mana. Setelah selesai melayani bocah-bocah TK, giliran Ali beraksi. Suami dari Yuni Istikomah ini kemudian membagikan stiker berukuran kecil yang bergambar dirinya kepada para pengantar bocah TK. "Jangan lupa, pilih saya dalam pemilu mendatang," kata Ali penuh percaya diri.

Tuntas berjualan di TK Bapin, Ali kemudian bergeser menuju SDN Plandi. Di tempat itu, Ali melakukan aksi serupa, mulai melayani pembeli, hingga membagikan stiker kepada warga sekitar. Nah, ketika jarum jam menunjuk angka 10.00, warga Desa Plandi ini kembali ke rumah untuk beristirahat.

Namun saat hari menjelang sore, lulusan STM Dwija Bhakti Jombang ini kembali mengeluarkan gerobak usangnya. Ia berjualan di masjid yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. "Kalau sore jualan di sekitar masjid, karena banyak anak yang sedang mengaji," kata Ali berkisah.

Sebelumnya, jika dagangan tidak habis, sosis tersebut kembali ia bawa pulang. Namun semenjak dirinya terdaftar sebagai caleg PKS, dagangan tidak habis tersebut selalu diserbu warga secara gratis. "Mau bagaimana lagi, katanya warga, caleg itu harus sering bagi-bagi," katanya sembari tersenyum.

Soal latar belakang tertarik menjadi caleg, Ali bercerita panjang lebar. Semua itu berawal ketika dirinya masuk sebagai anggota PKS setahun lalu. Seiring laju waktu, Ali akhirnya dipercaya sebagai Ketua Ranting PKS Desa Plandi.


Sejak itu pula, penjual sosis keliling ini selalu bersinggungan dengan kerja-kerja partai. Singkat cerita, saat penyusunan daftar caleg, Ali diminta maju oleh DPD PKS Jombang. Ali ditempatkan di daerah pemilihan (Dapil) Jombang VI (Kecamatan Jombang - Peterongan). "Saya nomor urut enam," kata pria yang sudah delapan tahun berjualan sosis ini.

Strategi apa yang dilakukan agar menang? Ali bercerita, sejak masuk sebagai caleg tetap, ia langsung menghubungi saudara-saudarnya untuk membantu melakukan sosialisasi. Selain itu, ia juga membangun simpul-simpul di dusun terdekat. Alhasil, hingga saat ini sudah ada 20 orang simpul yang sukarela bergabung menjadi tim sukses Ali.

"Kalau nanti terpilih, saya akan memperjuangkan kesejahteraan fakir miskin dan anak yatim. Selain itu, juga mengupayakan permodalan bagi pengusaha kecil, pedagang asongan, dan pedagang kaki lima," ujar Ali penuh semangat. (Beritajatimdotcom)

Itu pemberian TUHAN yang datang setiap pagi ke dalam kehidupanmu

Senin, 07 Oktober 2013

Entah ini hari ke berapa dalam hidup mu. Yang jelas ini kesempatan yang disediakan lagi oleh TUHANmu. Agar engkau bisa memperbaiki dirimu. Meningkatkan semua kemampuanmu. Memperbesar kapasitasmu. Meninggikan kemulyaan pribadimu. Menyempurnakan karya dan prestasimu. Memajukan hidupmu secara keseluruhan.
 
Entah hari ini engkau anggap kesempatan biasa biasa saja atau anugrah yang sangat luar biasa bagimu. Yang jelas hidupmu hanya bisa engkau rubah setahap demi setahap. Tidak dengan seketika. Tidak serta merta berubah dalam sehari. Tetapi dalam hari demi hari yang bisa engkau maksimalkan mengelolanya. Dan cerita sukses semua orang berhasil adalah cerita tentang hari demi hari kehidupan mereka yang dioptimalkan.
 
Engkau ini kadang kadang lucu. Dari ekspresi wajahmu, kadang aku bisa membaca, didalam pikiranmu ada angan-angan ingin berhasil hanya dalam sesaat. Dan aku juga bisa merasakan, betapa besarnya harapanmu akan kemulyaan hidup yang bisa dicapai hanya dalam sebulan. Benar benar lucu engkau ini.
 
Engkau ini sering kali kehilangan akal sehat. Sebab kadang kadang engkau membayangkan alangkah indahnya hidup jika semua orang, ya benar semua orang mau membantumu. Memangnya mereka tidak punya kesibukan dan kesulitan hidup sendiri sendiri yang harus diatasi.

Entahlah sampai kapan angan angan tidak masuk akal itu akan terus bertahan di otakmu. Asal engkau sadar saja. Peluang untuk merubah hidupmu secara menakjubkan tergantung pada hari demi hari kehidupan yang engkau jalani. Apakah engkau mau mengelolanya sebaik mungkin atau tidak. Itu tergantung sepenuhnya padamu.
Itu pemberian TUHAN yang datang setiap pagi ke dalam kehidupanmu.
Oleh : Akhmad Arqom

"Bukan tentang Uang Partai"

Selasa, 01 Oktober 2013

Rasanya berdosa banget jika kita begitu percaya opini media, dan mengabaikan realitas kehidupan para ikhwah yang sedemikian tulus bekerja dalam jamaah dan sangat sepi dari publisitas. Kita disibukkan oleh opini yang dikembangkan media, dan kita tidak tertarik mengetahui realitas-realitas denyut dakwah di berbagai wilayah dan wajihah.

Cahyadi Takariawan -Hasanalbana.com
Adakah di antara kita yang mengetahui dengan detail kinerja serta prestasi ikhwah di MITI? Mungkin kita hanya mengenal Dr. Warsito dengan penyembuhan kankernya saja, namun tidak banyak mengetahui kiprah ikhwah di bidang teknologi ini.

Luar biasa keseriusan dan usaha para kader yang "pinter-pinter" untuk berkhidmat melalui jalur ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun mereka "tidak terkenal" karena pekerjaan bidang ini sepi dari publisitas dan tidak "menggoda". Sang Maestro teknologi, Kang Harna Surapranata bahkan sudah banyak dilupakan kader sendiri, karena sudah tidak menjadi menteri.

Kader tidak mengerti kiprah Kang Harna dan para doktor dan profesor dalam upaya serius mereka menggeluti dunia teknologi. Kader hanya mengerti Yuro menang di Karanganyar dan Tamsil Linrung kalah di Kota Makassar.

Kisah kemenangan politik sangat heroik, namun kisah prestasi pendidikan, kesehatan, teknologi, dan seni budaya sangatlah sepi dari tepuk tangan ikhwah.

Maksud saya, dakwah ini bukan melulu soal politik, uang, perempuan, kekuasaan, dan sekitar itu. Dakwah ini adalah sebuah mahakarya syamilah mutakamilah.

Menyempitkan pembahasan dakwah hanya dengan melihat pilkada, pileg, pilpres dan politik praktis lainnya, akan membutakan mata kita dari melihat keagungan dan kesemestaan mahakarya dakwah.

Barusan kita dihadiahi prestasi Pustakawan DIY bahkan juara Nasional bidang Perpustakaan. Kita juga dihadiahi prestasi Notaris DIY dalam puncak kepemimpinan Ikatan Notaris Indonesia. Namanya Mohammad Ichwanul Muslimin, SH. Serta segudang prestasi kader dakwah lainnya di bidang masing-masing, yang tidak menimbulkan heroisme serta gegap gempita yang membahana di majelis liqa, mabit dan nadwah.

Ikhwah senang mendengar berita kemenangan politik, dan mendengarkan sepenuh antusias. Namun berita gembira di berbagai bidang lainnya, cenderung disikapi dengan "sekedar mengetahui". Seakan mereka bukan pahlawan, walau memang tidak ingin disebut sebagai pahlawan.

Kisah-kisah heroisme dakwah di pelosok-pelosok daerah, kisah-kisah para murabbi dan murabbiyah yang melakukan pembinaan dengan segala jerih payah, seakan tenggelam di balik gemerlap dunia politik. Kalah menarik dibanding menanti hasil Pilkada dan Pileg 2014 yang di-update setiap detik..

Percayalah kita akan linglung jika hanya memikirkan soal politik praktis, namun kita akan sangat bijaksana jika melihat dakwah dari segi syumuliyah mutakamilah-nya.

Kita cepat capek bahkan ingin istirahat jika hanya selalu bergumul dengan kepraktisan politik. Namun kita merasa mulia dan sangat kuat jika berada pada sisi dakwah yang syamilah dan mutakamilah.

Wallahu a'lam bish shawab.
TKP : @mas piyu

Toleransi Kunut di Bandara

Senin, 02 September 2013


Author: 
MOH MAHFUD MD
Jumat, 18 Agustus 2013, pekan lalu karena harus terbang ke Pontianak dengan penerbangan terpagi, saya harus melakukan salat subuh di Bandara Soekarno-Hatta.

Saat melakukan salat subuh di Garuda Lounge, terasa ada tepukan ringan di bahu, pertanda ada seseorang yang akan ikut salat sebagai makmum. Maka itu, saya memosisikan diri sebagai imam, salat subuh berdua dengan orang itu. Setelah salat dan berdoa sendiri-sendiri, saya tinggalkan musala kecil itu dan duduk di ruang tunggu sambil meminum teh dan menyarap kue-kue kecil. Tiba-tiba orang yang tadi bermakmum salat subuh kepada saya bergabung duduk di kursi di depan saya. 

”Pak Mahfud saat mengimami salat subuh kok tidak berkunut? Pak Mahfud, kan orang NU?” tanya orang yang ternyata mengenal saya itu. Setelah merenung sejenak saya menjawab, ”Karena saya mengira Bapak orang Muhammadiyah, saya tidak berkunut. Kalau mengimami salat orang Muhammadiyah, saya tidak berkunut karena tidak ingin memaksa orang ikut berkunut. Kalau salat di rumah atau di mesjid-mesjid NU, saya selalu berkunut.

”Orang itu kemudian menjawab sambil tertawa, ”Hahaha, sejak kecil saya selalu berkunut. Saya ini pengikut Tarekat Syattariyah makanya saya tadi siap berdoa kunut bersama Pak Mahfud.” Kemudian kami menyamakan permakluman dan pemahaman bahwa saya tak berkunut saat mengimami salat karena tak mau memaksa orang ikut berkunut terhadap orang yang tak biasa berkunut. Berkunut atau tidak berkunut salat tetap sah sebab soal pilihan berkunut atau tidak adalah masalah furu’ yang kecil dalam beribadah. 

Orang itu kemudian memperkenalkan diri sebagai orang yang bernama Refrizal, anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pagi itu, sama dengan saya, Pak Refrizal akan terbang ke Padang dengan penerbangan pertama sehingga harus bersembahyang subuh di bandara. Saya sungguh tidak pernah mengira pagi itu saya dapat bertukar cerita dengan Pak Refrizal tentang apa yang kami alami bersama saat salat subuh itu dengan mengenang cerita salat subuhnya KH Idham Cholid yang ketua PBNU bersama Buya HAMKA yang tokoh Muhammadiyah. 

Cerita itu sering saya dengar saat saya masih menjadi mahasiswa di Yogyakarta. Bagaimana ceritanya? Pada suatu hari Buya HAMKA dan KH Idham Cholid melakukan salat subuh berjamaah dan yang menjadi imamnya adalah Idham Cholid. Ternyata Idham Cholid tidak membaca doa kunut sehingga seusai salat HAMKA bertanya, mengapa Pak Idham yang ketua umum NU tidak berkunut saat mengimami salat subuh.
 

Apa jawab Idham Cholid? ”Saya tidak membaca doa kunut karena yang menjadi makmum adalah Pak HAMKA yang tokoh Muhammadiyah. Saya tak mau memaksa orang yang tak berkunut agar ikut berkunut,” jawab Idham Cholid. Beberapa hari kemudian giliran Idham Cholid yang menjadi makmum salat subuh dan HAMKA yang menjadi imamnya. Ternyata saat salat subuh itu HAMKA membaca doa kunut yang panjang dan fasih. Seusai salat Idham Cholid pun bertanya, mengapa HAMKA yang tokoh Muhammadiyah berkunut saat mengimami salat.

”Karena saya mengimami Pak Idham Cholid, tokoh NU yang biasa berkunut kalau salat subuh. Saya tak mau memaksa orang yang berkunut untuk tak berkunut,” jawab HAMKA. Cerita tentang salat subuh berjamaah antara Idham Cholid dan HAMKA sangat berkesan bagi saya sebagai contoh mulia dalam toleransi dan saling menghargai.

Di masa lalu, dan mungkin masih ada sampai sekarang, sering terjadi pertengkaran bahkan permusuhan hanya karena soal-soal kecil antara orang-orang NU dan orang-orang Muhammadiyah seperti soal kunut, melafalkan niat dengan nawaitu atau usalli, tahlilan, ziarah kubur, dan sebagainya. Padahal itu semua sama sekali tidak menyangkut ihwal prinsip dalam akidah, tapi hanya menyangkut ihwal yang sunah atau mubah, bukan terkait haram atau halal.

Kita bersyukur bahwa pada saat ini, setelah puluhan tahun HAMKA dan Idham Cholid mencontohkan, pertengkaran dalam soal-soal furu’ di kalangan muslimin di Indonesia sudah sangat berkurang. Karena membaiknya pengertian atas masalah-masalah substansi keislaman, sekarang ini sudah jauh lebih banyak warga NU dan Muhammadiyah yang tidak lagi bertengkar dalam soal-soal furu’ (cabang kecil).
 

Mereka sudah bisa melihat dan menyikapi dengan biasa perbedaan-perbedaan yang remeh-temeh itu. Toleransi dalam urusan beragama seperti itu sungguh menyejukkan dan bisa membuat kekuatan besar untuk bersama-sama membangun kemaslahatan umum. Toleransi seperti itu menjadi penting pula untuk dikuatkan bukan hanya di internal satu agama, melainkan dalam hubungan antar pemeluk agama yang berbeda.

Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika ini akan menjadi lebih cepat maju kalau rakyatnya menghayati agamanya dengan penuh toleran. Beragama dengan benar tentulah menimbulkan kedamaian di hati dan kerukunan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Kalau Anda merasa tidak damai, resah, atau marah terhadap orang lain yang berbeda keyakinan dengan Anda sehingga kita tidak bisa tidur nyenyak, kita salah dalam beragama... (
http://www.koran-sindo.com/node/324716)

KH. Nizar : Jika PKS Pelit ndak Mungkin Kepilih

Halal bi Halal PKS Lumajang untuk tahun ini diadakan di Desa Munder Kec. Yosowilangun didaulat sebagai pengisi acara tausiyah adalah KH. Nizar dari desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Beliau adalah muballigh yang cukup terkenal di daerah Lumajang dan sekitarnya, karena ceramahnya  disertai humor ala jawa timuran.

Menyitir ayat al-Qur’an surah ke 7 (al-A’raf : 96), menyampaikan kunci keberkahan yang akan Alloh turunkan dari langit dan dari bumi hanya ada dua salah satunya yaitu Taqwa, apa sebenarnya ciri orang bertaqwa apa yang biasa pakai peci putih dan memakai baju takwa? Atau pak Muttaqin? Karena ada namanya ada taqwanya, sambil melirik anggota dewan dari dapil 2 Drs. Habib Muttaqin.

Banyak sekali yang dapat kita petik pelajaran dari tausiyah KH. Nizar tersebut meski banyak diselingi humor diantaranya menganjurkan kita untuk tidak “medit” alias kikir dengan mengambil dalil al-hadits “…Seorang pemurah hati dekat kepada Allah, dekat kepada manusia dan dekat kepada surga…. (HR. At.Thabrani). Lebih mengkhususkan lagi kepada caleg PKS yang akan berjuang di 2014 agar disenangi pemilihnya tidak perlu mendatangi paranormal dan sejenisnya cukup mengamalkan hadits diatas. “Kalau caleg PKS medit  tentu tidak akan dipilih oleh rakyat” tutup beliau.


Aku Tahu Engkau Letih Luarbiasa dan Kembali Ingin Kuat

Senin, 11 Maret 2013


Ketika engkau lelah luar biasa, engkau pasti membutuhkan sesuatu yang bisa menyegarkan dan membugarkan kembali raga dan jiwamu sekaligus.

Ketika engkau tiba-tiba dirasuki kesendirian dan kesepian yang sangat membuatmu terasa begitu jauh dari orang orang yang mencintaimu, engkau sangat membutuhkan kedekatan, kebersamaan dan dekapan serta pelukan hangat kehidupan alam yang menyelimutimu bersama udaranya yang engkau hirup, cahaya mataharinya yang menerangimu, angin yang hembusannya menyegarkanmu dan semua yang ada didalamnya.

Ketika engkau tiba-tiba merasa kehabisan semua semangatmu, rasa percaya dirimu, kekuatan tanggungjawabmu, ketegaran hidupmu, keberanianmu, kelembutanmu, limpahan kasih sayangmu pada sesama, serta semua keunggulan karakter yang selama ini engkau miliki, engkau pasti sangat membutuhkan sebuah kekuatan yang bisa menarik dan mengikat kembali secara kuat semua keunggulanmu itu.

Engkau bisa mengatasi itu semua dengan bersegera berdiri dihadapan PENCIPTA KEHIDUPAN YANG MAHA BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU lalu engkau tenggelamkan pikiran, perasaan, hati dan jiwamu dalam kekhusyukan ayat demi ayat NYA yang engkau lantunkan dalam ruku sujud panjangmu kepada NYA.



(Balikpapan, 10 Maret 2013, 
selepas sholat shubuh di Masjid Al Hidayah 
Perumahan Bukit Damai Sentosa II 
Balikpapan)

HNW: Ketika Kemenangan Diraih ....

Kamis, 07 Maret 2013


  • Saya coba meneruskan tausiyah ustadz Abdullah Haidir tentang #M3NANG
  • Ketika simpati demi simpati kau terima, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan kesombongan #M3NANG
  • Ketika kemenangan demi kemenangan kau raih, tundukkan kepalamu, juga hatimu, hati-hati dengan kelalaian #M3NANG
  • Ketika harapan demi harapan dibebankan ke pundakmu, tundukkan kepalamu, juga hatimu, hati-hati dengan kelengahan #M3NANG
  • Ketika apresiasi demi apresiasi dialamatkan kepadamu, tundukkan kepalamu, juga hatimu, hati-hati dengan ketergelinciran #M3NANG
  • Ketika ujian demi ujian dpt kau lalui, tundukkan kepalamu, juga hatimu, Jgn abaikan evaluasi thd berbagai kekurangan dan kekeliruan#M3NANG
  • Ketika tugas-tugas berat semakin mendekatimu, hendaknya engkau semakin dekat dengan Tuhanmu #M3NANG
  • Ketika tanggung jawab di pundakmu semakin besar, hendaknya engkau semakin serahkan kekuatanmu kepada Tuhanmu #M3NANG
  • Betapa banyak orang yang tabah dengan kekalahan, namun jatuh dalam kemenangan #M3NANG
  • Ketika semua pandangan mulai tertuju kepadamu, ingatlah pandangan Tuhanmu yang tak putus kepadamu #M3NANG
  • Betapa banyak orang yang bertahan dalam kesempitan, namun tergelincir dalam kelapangan #M3NANG
  • Betapa banyak orang yang ikhlas mengawali perjuangan, namun penuh perhitungan saat menggapai kejayaan #M3NANG
  • Selamat untuk sebuah kemenangan, terus rapatkan barisan, ayomi semua kalangan dengan Allah sebagai tujuan #M3NANG
  • Mari kita terus bekerja untuk Indonesia #M3NANG





1001 MAKNA KEGIGIHAN

Rabu, 20 Februari 2013


Membaca moment moment KEGIGIHAN yang saya tulis sebelumnya maka kita bisa menyimpulkan berbagai hal dan makna tentang KEGIGIHAN 

Kegigihan adalah salah satu aset terbesar yang harusnya kita miliki dalam hidup ini .
Kegigihan bisa memberi kita kesanggupan mengeluarkan kemampuan yang terbaik dari dalam diri kita. 
Kegigihan adalah alat yang bisa kita gunakan untuk mengalahkan keputusasaan.
Kegigihan adalah alat yang kita gunakan untuk mengatasi kegagalan sementara dan mencegah kegagalan itu menjadi permanen dalam kehidupan kita.

Kegigihan adalah alat yang kita gunakan untuk menghasilkan kesabaran.
Kegigihan adalah alat yang kita gunakan untuk memberi gizi pada iman kita dan melepaskan dari dalamnya kelaparan , keraguan , dan kematiannya .

Kegigihan memberi kita kemampuan membangun karakter karakter unggul dalam diri kita.
Kegigihan adalah alat yang kita gunakan untuk memberi kita kemauan besar untuk menang.
Kegigihan adalah alat yang selalu bisa kita gunakan untuk membantu kita menjadi pemenang meskipun kita memiliki keterbatasan .
Kegigihan adalah alat yang bisa kita gunakan untuk membawa diri kita keluar dari lubang kegagalan . 
Kegigihan adalah alat yang kita gunakan untuk meningkatkan hubungan kita. 
Kegigihan adalah alat yang kita gunakan untuk mencapai tujuan kita. 
Kegigihan adalah alat yang harus senantiasa kita gunakan untuk meraih sukses besar dan hakiki dalam hidup ini. 

Kegigihan adalah .....

(Silahkan teman teman menambahkan berbagai makna dan hal tentang KEGIGIHAN)



Oleh: Ahmad Arqom
https://www.facebook.com/akhmad.arqom

Tegarlah Seperti Nuh As

Jumat, 15 Februari 2013


Engkau kira selamanya engkau akan dipuji orang? Bukankah pujian itu justru melenakanmu?
Engkau kira selamanya kerjamu akan dihargai? Ketahuilah, orang paling baik di muka bumi inipun –para Nabi– tetap dicaci dan bahkan dimusuhi.
Bagaimana dengan kita yang dhaif ini?
Belajarlah tegar, seperti Nuh yang diejek kaumnya. Padahal ia tengah bekerja menyiapkan bahtera keselamatan.
“Dan mulailah Nabi Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nabi Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nabi Nuh : Jika kalian mengejek kami maka sesungguhnya kami pun nanti akan mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek kami” (QS. Hud: 38).
Mereka selalu mengejek Nuh yang tengah bekerja menyelematkan peradaban. Tapi Nuh tetap bekerja walau diejek, dihina dan dinista.
Maka teruslah berbuat kebaikan walau engkau dihujat bahkan dilaknat.
“Janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan” (QS. Hud: 36).
Oleh : Ust. Cahyadi Takariawan 

Konsolidasi Personal

Kamis, 14 Februari 2013

Foto: PKS Jatim
Dalam dinamika dakwah, ada kegiatan yang harus selalu dilaksanakan, yaitu konsolidasi. Di seluruh tahapan dan mihwar, di seluruh fase perjalanan dakwah, konsolidasi sangat diperlukan untuk menjaga gerakan tetap solid dan tidak melemah apalagi terpecah belah. Konsolidasi akan menjamin tetap utuhnya semua potensi dalam dakwah
Ada sangat banyak jenis konsolidasi, di antaranya adalah konsolidasi personal, konsolidasi struktural, dan konsolidasi amal. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas satu bagian saja, yaitu konsolidasdi personal yang merupakan aset terbesar, aset terpenting, dan aset termahal dalam gerakan dakwah.
Dalam konteks kekinian, konsolidasi personal sangat diperlukan agar seluruh potenbsi bisa efektif bekerja mencapai tujuan dakwah. Konsolidasi personal meliputi konsolidasi spiritual,  konsolidasi konsepsional, dan konsolidasi moral.
Konsolidasi Spiritual
Konsolidasi spiritual bertujuan untuk semakin mengikatkan anggota gerakan dakwah  dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka harus memiliki orientasi Rabbani dalam setiap aktivitas hidupnya. Pada saat yang sama, diharapkan akan muncul ruh berjama’ah yang  kian kokoh.
Asy Syahid Hasan Al Banna dalam risalah beliau Da’watuna fii Thuru Jadid Bainal Amsi wal Yaum menjelaskan, “Ciri misi kami yang paling spesifik adalah sifat Rabbaniyah dan syumuliyah. Mengenai sifat Rabbaniyah, karena asas yang menjadi pusat seluruh tujuan kami ialah agar umat manusia mengenal Tuhan mereka. Dari limpahan berkah hubungan ini mereka dapat memperoleh keruhanian yang mulia yang akan mengangkat jiwa mereka dari kebekuan dan kekotoran materi kepada tingkat kesucian, keindahan serta kemanusiaan yang mulia. Kami berseru dengan segenap hati kami : Allah tujuan kami”.
Madrasah ruhaniyah yang dibangun Rasul saw menandakan perhatian (tarkiz) beliau terhadap konsolidasi spiritual ini. Diktum asasi yang berlaku dalam dakwah adalah, ketinggian kinerja dakwah sebanding dengan ketinggian spiritualitas pelakunya. Ayat-ayat Makiyah mendukung keabsahan diktum tersebut, bahwa nilai-nilai spiritualitas menjadi pokok bahasan yang berulang-ulang di dalamnya. Ayat-ayat awal Al Muzammil dan Al Mudatsir memberikan penekanan pada pembersihan dan pengokohan spiritualitas. Selain itu, ayat-ayat Makiyah banyak mengulang-ulang kisah surga dan neraka untuk menjadi pengingat dan berita gembira secara ruhaniyah bagi kaum muslimin.
Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam kitab Ruhaniyatud Da’iyah menjelaskan posisi ruhaniyah sebagai berikut, “Kini kita akan menuju terminal dimana anda bisa menghirup nafas keimanan dan menambah bekal ketaqwaan. Di sana jiwa anda akan memantulkan pancaran ruhani. Anda akan menjadi seorang yang shalih, seorang insan yang penuh keikhlasan. Bahkan tatkala anda melanjutkan perjalanan, langkah akan terasa lebih ringan, kata-kata akan berpengaruh, tingkah laku akan menjadi tauladan, penampilan menjadi penuh daya tarik, serta sorotan mata anda akan memancarkan semangat dan optimisme”.
Konsolidasi Konsepsional
Konsolidasi konsepsional bermaksud untuk memperkuat keterikatan dan penguasaan konsepsional setiap personal bagi keperluan dakwah. Pengkayaan pemikiran dan berbagai konsepsi akan terjadi dalam suasana kebersamaan, sehingga syura dan diskusi-diskusi ilmiah lebih hidup dan segar. Gerakan dakwah akan terjaga kesinambungan ide dan konsepsinya dengan langkah ini, serta terjaga dari bahaya penyimpangan tujuan.
Syaikh Musthafa Masyhur dalam Qadhaya Asasiyah ‘ala Thariqid Da’wah menjelaskan perlunya ar ru’yah al wadhihah (pandangan atau konsep yang jelas) dalam konteks gerakan dakwah sebagai berikut, “Pertama kali yang harus dimiliki oleh seorang da’I adalah pandangan yang jelas terhadap jalan dakwah, mengenal pasti petunjuk-petunjuknya serta seluruh yang terkait dengannya. Ini adalah qadhiyah paling penting bagi setiap orang yang berjalan di atas jalan dakwah”.
Lebih lanjut belaiu mengungkapkan, “Mengapa hal itu sangat diperlukan? Sebab ketiadaan pengetahuan yang jelas terhadap karakter perjalanan tidak jarang menyebabkan seseorang menjadi ragu dan sangsi terhadap keselamatan perjalanannya. Bahkan sering menyebabkan seseorang dilanda kegoncangan yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan dan takut meneruskan perjalanan”.
Kelemahan pelaku dakwah dalam memahami dan menguasai konsep-konsep pergerakan akan menyebabkan kelemahan pula dalam mencapai tujuan dakwah. Kebijakan-kebijakan produk pergerakan dakwah tidak akan menghasilkan apapun apabila tidak dikuasai dengan baik oleh setiap pelakunya. Bisa jadi seseorang merasa telah melakukan kegiatan yang sedemikian tinggi ritmenya, akan tetapi sama sekali ternyata tidak mencapai sasaran yang ditetapkan. Allah Ta’ala memberikan penggambaran kondisi orang-orang yang tertipu, dalam ungkapan ayat-Nya:
“Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amalannya, yaitu orang-orang yang telah sia-sia dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (Al Kahfi: 103 – 104).
Konsolidasi konsepsional akan menghindarkan pelaku dakwah dari bentuk ketertipuan semacam itu. Dr. Yusuf Al Qardhawi menjelaskan, “Masyarakat Islam diwarnai oleh pemikiran dan pemahaman yang menetukan pandangannya terhadap segala persoalan, peristiwa, tingkah laku seseorang, nilai dan hubungan…. Islam sangat memperhatikannya untuk meluruskan pemahaman pengikutnya, sehingga pandangan dan sikap mereka terhadap permasalahan hidupnya menjadi lurus dan tashawur umum mereka terhadap sesuatu dan nilai tertentu menjadi jelas. Islam tidak membiarkan mereka memandang sesuatu dengan pemikiran yang dangkal, sehingga menyimpang dari orientasi yang benar dan tersesat dari jalan yang lurus. Oleh karena itu Al Qur’an dan As Sunnah selalu meluruskan pemahaman-pemahaman yang menyimpang, pemikiran-pemikiran keliru yang tersebar di masyarakat” (Lihat: Dr. Yusuf Al Qardhawi, Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur’an dan As Sunnah, Citra Islami Press, Solo, 1997).
Konsolidasi Moral
Konsolidasi moral adalah upaya kristalisasi nilai-nilai akhlaq karimah dalam diri setiap pelaku dakwah. Tak bisa dipungkiri, salah satu kunci keberhasilan dakwah Rasul dan para sahabat justru terletak pada ketinggian akhlaq mereka. Klaim negatif yang berkaitan dengan kepribadian Rasul senantiasa tertolak secara alami, lantaran keluhuran budi pekerti Rasul bukan saja disaksikan dan diakui para sahabat beliau, namun juga musuh-musuh beliau sekalipun.
Kerendahan moralitas adalah kondisi paradoks terhadap tujuan dakwah. Artinya, semakin rendah moralitas pelaku dakwah, semakin jauh pula mereka dari tujuan. Demikian pula berlaku sebaliknya.
Tatkala pasukan Islam di bawah pimpinan Abu Ubaidah mencapai lembah Jordan, penduduk setempat menulis surat kepadanya berbunyi, “Saudara-saudara kami kaum muslimin,  kami lebih bersimpati kepada saudara-saudara daripada orang-orang Romawi meskipun mereka seagama dengan kami, karena saudara-saudara lebih setia kepada janji, lebih bersikap belas kasih terhadap kami dengan menjauhkan tindakan-tindakan tidak adil. Pemerintah Islam lebih baik daripada pemerintah Byzantium karena mereka telah merampok harta dan rumah-rumah kami”.
Sejarah juga telah mencatat penduduk Emessa menutup gerbang kota terhadap tentara Hiraklius serta lebih suka kepada pemerintahan dan sikap adil kaum muslimin daripada tekanan dan sikap tidak adil orang-orang Yunani (Lihat: Thomas W. Arnold,  Sejarah Dakwah Islam, Wijaya, Jakarta, 1977).
Kelembutan, kasih sayang terhadap ummat adalah sebagian kecil dari tuntutan moralitas bagi para pelaku dakwah:
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka…” (Ali Imran : 159).
Sejarah mencatat pula kejayaan dakwah yang amat gemilang, karena faktor moralitas ideal yang ditawarkan Islam. Thomas W. Arnold dalam Preaching of Islam mencatat dokumen berikut :
“Demikianlah keadaan perasaan di Syria selama kampanye tahun 633 hiungga 639, pada waktu bangsa Arab secara berangsur-angsur mengusir pasukan Romawi dari propinsi itu. Dan ketika Damaskus pada tahun 637 memberikan teladan dengan menjalin hubungan dan mengadakan perjanjian dengan bangsa Arab sehingga berhasil mendapatkan kekebalan terjamin dari tindak perampasan harta benda, dan syarat-syarat lain yang menguntungkan, maka kota-kota lain di Syria langsung mengikutinya. Emessa, Arethusa, Heliopolis dan kota-kota lain juga memasuki perjanjian sehingga mereka menjadi daerah-daerah kekuasaan bangsa Arab muslim. Bahkan kepala kota Jerussalem menyerahkan diri dengan syarat-syarat perjanjian yang mirip. Rasa takut akan paksaan agama dari sang Kaisar yang memerintahkan hal-hal bid’ah dalam agama mereka, menjadikan janji Islam akan adanya toleransi lebih menarik bagi mereka daripada berhubungan dengan kekaisaran Romawi”.
Ketika para pelaku dakwah menampilkan akhlaq yang mulia, pasti akan menimbulkan simpati dan rasa suka secara alami dari masyarakat. Sebaliknya, jika dakwah ditampakkan dengan cara-cara yang tidak memenuhi standar akhlaq mulia, justru akan menjauhkan masyarakat dari lingkungan dakwah. Sudah semestinya seluruh personal dalam dakwah selalu berusaha menjaga ketinggian akhlaq, kemuliaan sikap, kelembutan hati, kesantunan komunikasi, sehingga akan memberikan nilai positif yang menyebabkan masyarakat mudah menerima seruan dakwah.
Wallahu a’lam. ==> http://bit.ly/VgT93L

Tips Samara : Memahami Perbedaan Pria dan Wanita

Senin, 11 Februari 2013

Teramat banyaknya perbedaan antara pria dan wanita, hingga diibaratkan bahwa pria berasal dari planet Mars, sementara wanita dari planet Venus.  Karena itulah, tidak ada kunci untuk menyatukan seorang pria dan seorang wanita kecuali atas dasar pemahaman atas karakter yang berbeda tersebut. Ini dari sisi karakter atau watak mendasar, belum dengan segenap kekurangan dan keterbatasan yang setiap individu pastilah memilikinya. Apa saja hal yang sering dipahami berbeda antara pria dan wanita ? berikut tiga diantaranya :


Pertama : Bertambahnya Kecintaan
Laki-laki bertambah cinta dengan apa yang ia pandang, sementara wanita bertambah cinta dengan apa yang ia dengar. Karenanya bagi istri harus rajin merawat dan menghias diri agar tampil menakjubkan dihadapan suami. Godalah suami dengan rambut yang berkilau, kulit yang mewangi, bahkan memakai pakaian model you can see anything .  Jangan sampai menyambut suami pulang bekerja seharian dengan masker dan daster, sementara seharian bisa jadi ia menghadapi para wanita karier yang setiap saat mematutkan diri dihadapan cermin.



Sebaliknya, bagi suami harus pandai merayu dan mengumbar kata-kata gombal dihadapan istri. Segombal apapun suami, pastilah tetap akan menorehkan semu merah di pipi sang istri. Kebohongan untuk menyenangkan hati istri termasuk hal yang dibolehkan pada batas-batas tertentu. Maka rayuan demi rayuan harus terluncurkan meski suara beranjak parau. Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan hadits dimana Rasulullah SAW bersabda: “Bohong itu tidak halal kecuali dalam tiga hal (yaitu) suami pada istrinya untuk menyenangkannya, bohong dalam perang, dan bohong untuk mendamaikan diantara manusia”. (HR Tirmidzi)



Kedua : Pernyataan Cinta
Wanita membutuhkan pernyataan cinta agar terasa lebih nyaman. Sementara kaum Pria meyakini cinta adalah perbuatan. Karenanya uang belanja dan jalan-jalan dirasa cukup membuktikan kecintaan bagi para suami, tapi tidak bagi istri. Ia membutuhkan pernyataan cinta yang tulus terlantunkan, meski dengan kalimat dan kata sederhana. Tak harus menjadi pujangga untuk membenamkan rasa nyaman dalam dada para wanita.   



Perkataan “i love you” baik secara lisan maupun tulisan, pada momentum yang tepat atau tiba-tiba, pastilah memberkaskan kenyamanan yang luar biasa. Bukankah Rasulullah SAW juga memberikan kenyamanan yang sama, saat Aisyah menuntut sebuah pernyataan cinta. Muhammad Qutb dalam bukunya Aisyah, Guru Teladan Kaum Pria, menceritakan dialog rayuan ini :



Aisyah                   : “ Bagaimana cintamu padaku ? “.
Rasulullah SAW    : “Bagai untaian tali ! “.
Aisyah                   : “ Bagaimana untaian itu ya Rasul ? “
Rasulullah  SAW  : “ Ia selalu awet dalam keadaan seperti semula “. 



Ketiga : Cara Menyelesaikan Masalah
Jika ditempa sebuah masalah, laki-laki fokus pada cara penyelesaian masalah. Ia tidak perlu banyak berkata-kata, ia melakukan apa yang harus dilakukan. Sementara wanita menyelesaikan masalah dengan 
cara membicarakannya. Maka ia menginginkan suami yang bisa mendengar segala gundahnya. Dengan bercerita, separuh permasalahan yang dirasakan wanita telah terselesaikan. Suami harus bisa mendengar saat sepulang ke rumah istrinya memborbardirnya dengan keluh kesah yang ia dapati seharian. Nikmati saja dan tunggu setelahnya ia akan merasa jauh lebih baik. Sebaliknya istri juga tak harus ikut galau dan bersungut saat suami diam tak hendak bercerita permasalahannya. Ia akan menyelesaikannya dengan baik, dan iapun akan berbagi saat tak kuasa menahan beban seorang diri.



Semoga bermanfaat dan salam optimis Ust. Hatta Syamsudin

3 Resep Keluarga Sakinah untuk yang Baru Menikah

Kamis, 10 Januari 2013


Bagaimana agar pasangan suami istri yang sebelumnya tidak saling kenal kecuali sekedar ta'aruf singkat, bisa mudah menyatu dan kemudian terbentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah serta menjadi keluarga dakwah? Berikut ini tiga resep keluarga almarhumah Yoyoh Yusroh yang terbukti mudah menyatu, harmonis dengan 13 anak-anaknya, serta menjadi keluarga dakwah.
Seperti ditulis Zirlyfera Jamil dkk dalam buku "Langkah Cinta untuk Keluarga", tiga resep keluarga Yoyoh Yusroh:

Pertama, memiliki komitmen bersama untuk tujuan bersama.  Jika pasangan suami istri memiliki komitmen yang sama, mak keluarga tersebut akan mudah menyatu. Meskipun tidak begitu saling kenal, tujuan yang sama akan mendekatkan. Meskipun sifat dan latar belakang berbeda, tujuan yang sama akan menghimpun warna-warna menjadi pelangi. Tentu, tujuan yang bisa demikian adalah tujuan yang robbani. Seperti keluarga Yoyoh Yusroh yang ingin sejak awal berkomitmen membawa seluruh anggota keluarga meraih surga.

Kedua, masing-masing pasangan suami istri memiliki kesiapan untuk saling mendukung dan menerima. Menyadari bahwa setiap mereka adalah manusia yang tidak sempurna. Menyadari bahwa suami dan istri adalah pribadi yang terus berproses dan bertumbuh. Kesadaran ini akan membuat suami mudah memaafkan istrinya, apalagi jika itu adalah kesalahan kecil atau kesalahan pertaama. Istri juga berlapang dada jika ada hal yang tak disukainya. Dan demikianlah cinta. Cinta karena Allah. Sungguh indah sabda Rasulullah, "Bukanlah cinta karena Allah, jika karena kesalahan pertama membuat mereka berpisah."

Ketiga, berbagi syukur dan sabar silih berganti. Adakalanya istri bersabar dan suami bersyukur, adakalanya juga istri yang bersyukur dan suami yang bersabar. Sebab, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita sebelumnya tidak tahu persis istri dan suami kita itu kelebihannya apa dan kekurangannya apa. Dalam ta'aruf memang diungkapkan kelebihan dan kekurangan tersebut, namun sering kali bahasa verbal tidak bisa kita pahami lebih baik daripada setelah berinteraksi dengannya, bersama dalam rumah tangga. Percayalah, jika kita mencari istri atau suami yang sempurna dalam segala hal, kita takkan pernah menemukannya. [IK/Rpb/bsb]

Sumber : http://www.bersamadakwah.com/2013/01/3-resep-keluarga-sakinah-untuk-yang.html

Surga dalam Hinaan dan Tertawaan

Senin, 26 November 2012

Pahit memang saat kita ditertawai karena dianggap orang aneh bagi mereka yang tak terjamah oleh hidayah-Nya. Saat kebanyakan orang memilih berakrab-akraban dengan wanita di sekitarnya, sedangkan kita memilih untuk menundukkan pandangan. Bagaimana anehnya tindakan itu bagi mereka?
Saat kebanyakan orang memilih untuk berpacaran dengan alasan penjajakan sebelum menikah sedang kita memilih untuk menikah tanpa pacaran. Saat kebanyakan orang memilih untuk menggunakan pakaian ketat membentuk lekukan tubuh sedang kita memilih untuk berpakaian longgar yang dianggap kolot bagi mereka.
Saat kebanyakan orang memilih untuk membanggakan rambut indah mengurainya sedang kita memilih untuk menutupnya dengan jilbab yang berkibar kala tertiup angin. Saat kebanyakan orang sibuk dengan urusannya masing-masing sedang kita memilih untuk sibuk dengan urusan ummat yang tak memberi keuntungan materi untuk kita.
Saat kebanyakan orang diam dan membisu ketika agamanya dihina sedang kita memilih untuk meneriakkan kebenaran yang tak jarang gelar ‘teroris’ ekstrim radikal melekat pada kita. Bagaimana anehnya semua tindakan itu bagi mereka, tdiak jarang mereka menertawai sikap kita. Tidak jarang mereka menjadikan sikap kita sebagai bahan tertawaan.
Betapa seringnya hinaan itu mebuat hati kita perih, betapa sering hinaan itu membuat hati kita menangis. Betapa seringnya hinaan itu mebuat hati kita menjerit, betapa sering hinaan itu membuat hati kita tersayat hingga luka. Pedih dan perih bagaikan mengenggam bara api.
Akan datang kepada manusia suatu masa, orang yang sabar pada masa itu bagaikan orang yang sedang menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi)
Kebaikan yang kita tawarkan kepada mereka seolah menjadi barang usang yang tak berharga, “Seorang manusia yang sehat akalnya akan memahami betapa berharganya berlian walau penuh dengan debu. Mereka yang tidak mengerti betapa berharganya berjalan di atas tali agama Allah, bagaikan binatang yang tidak mengerti akan nilai sebuah berlian. Bukan karena berlian itu berdebu, hanya saja hatinya usang karena tak terjamah oleh iman”
Maka bersyukurlah kita yang selama ini mereka tertawai,
Maka berbahagilah kita yang selama ini mereka hina..
Jika pedih menyayat hati, menagislah dalam sujudmu pada-Nya
Karena cacian dan hinaan mereka adalah syurga bagi kita kawan .
Apa yang kita rasakan saat ini hanyalah bagian kecil dari ujian dalam menggapai keteguhan iman yang sesungguhnya;
‘Apakah manusia menyangka mereka dibiarkan saja untuk berkata “kami telah beriman”. Padahal mereka belum diuji. Kami telah uji orang-orang sebelum mereka, supaya Allah mengetahui siapa yang benar keimanannya dan siapa yang dusta dalam keimanannya”. (QS Al Ankabut: 2-3)
Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan kita istiqomah di jalan-Nya dan kelak memasukkan kita dalam syurgaNya. Allahumma Amin
Oleh : Abdi Dzil Ikram, Makassar

Jawa Timur

Berita Lumajang

Dunia

 

© Copyright DPC PKS Sumbersuko Lumajang 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.