Label

Berita Lumajang (63) Dunia (36) Jawa Timur (28) Kiprah Aleg (12) Materi (1) Motivasi (5) Nasional (166) Renungan (126) Serba-serbi (43) Subhanallah (14) Sumbersuko (28) Syariah (1) dokumentasi (6) download (1) iptek (4) lain-lain (6) lokal (34) new (3) tsaqofah (17)

Serba Serbi

Sumbersuko

Renungan

Nasional

Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Santri Demo PKS, Pulang Dihadiahi Kurma

Kamis, 03 Juli 2014

Surabaya - Sebanyak 20 orang yang mengaku dari Aliansi Santri Jawa Timur berunjuk rasa di Kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur, Kamis (3/7).
Demonstran menyampaikan aspirasi berkaitan dengan twit Fahri Hamzah, yang dihubungkan dengan menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri. Demonstran menganggap twit Fahri melecehkan santri.
Zainuddin, santri yang mengaku asal Madura, menuntut Fahri Hamzah meminta maaf kepada para santri. "PKS juga harus memberikan sanksi tegas kepada Fahri," ujar Salamul Huda, peserta aksi yang lain.
Aksi singkat ini diterima oleh Ketua Bidang (Kabid) Humas PKS Jatim, Gus Shiddiq Baihaqi. Dia mengatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pengurus pusat.
"Atas nama PKS saya menerima asipirasi teman-teman dan akan menyampaikannya ke DPP," kata Baihaqi yang juga santri alumni Pesantren Al Qur'an An Nawawi, Mojokerto ini.
Menurut kami, lanjut Baihaqi bahwa tidak ada niat sedikitpun dari Fahri Hamzah untuk merendahkan santri. "Ini hanya kesalahpahaman. Wong PKS ini juga Partai Kyai Santri. Jadi ini kami anggap ini santri silaturahim ke santri," ungkapnya.
Lebih lanjut, Baihaqi juga menyampaikan keyakinannya jika memegang teguh tradisi santri yang egaliter dan semangat Aswaja yang toleran, kesalahpahaman ini akan bisa diselesaikan.
Setelah berdialog, PKS menawari para demonstran untuk buka puasa bersama di kantor DPW PKS Jatim. Karena mereka menolak, akhirnya PKS memberi oleh-oleh kurma. "Ini bulan puasa. Beda aspirasi boleh. Tapi seduluran harus dijaga, " pungkasnya.


Atribut Prabowo-Hatta Jadi Rebutan Warga

Senin, 30 Juni 2014

Lumajang-Antusiasme warga terhadap pasangan calon presiden (capres) – calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin meningkat. Hal itu dapat dilihat dari tingginya animo warga untuk mendapatkan atribut kampanye pasangan nomor urut 1 tersebut.


Respons positif terhadap pasangan capres yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB, dan Partai Golkar tersebut dialami saat mengadakan DPD PKS Lumajang mengakan acara freeze Mob di Jalan Panglima Sudirman Jum’at 27 Juni kemarin.

Dengan mengerahkan puluhan kadernya berangkat dari Masjid Kyai Anas Machfud Lumajang berjalan menuju “Lumajang Nol” dengan membawa berbagai atribut dan kuntum bunga diserahkan kepada pengguna jalan.

Beberapa orang dengan antusiasnya berhenti untuk meminta spanduk dan atribut Prabowo-Hatta lainnya untuk ditempel dikendaraan dan rumahnya. Beberapa tukang becakpun tidak ketinggalan langsung dipasang disandaran tempat duduk penumpang. Bahkan ada salah satu tukang parkir yang mulai dari awal sampai akhir acara bersemangat mengajak pengguna jalan memilih Capres nomor urut 1 ini.

Karena banyak atribut sudah berpindah ke tangan warga yang begitu antusias terhadap pasangan capres ini, akhirnya acara tersebut disudahi sekitar pukul 17.00.

PKS Jatim Usulkan Prabowo-Aher

Jumat, 16 Mei 2014

sumber gambar @hamy1968
DPW Partai Keadilan Sejatera (PKS) Jawa Timur mengusulkan kader PKS, Ahmad Heryawan (Aher) untuk mendampingi capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Aher dinilai lebih potensial dibanding Ketua Umum PKS, Anis Matta, karena berasal dari daerah dengan padat pemilih.

Aher, kata Ketua DPW PKS Jawa Timur drh. H. Hamy Wahjunianto, M.M berasal dari daerah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbanyak tingkat provinsi, yakni Jawa Barat. Artinya, kata Hamy, dia cukup potensial menggaet suara dari daerahnya. "Saya tidak bermaksud membawa nama suku dalam hal ini, namun sudah saatnya, wakil dari suku Sunda tampil sebagai pemimpin negara," katanya kepada wartawan, Jumat (16/5/2014). 

Dibanding figur lainnya yang juga dari wakil Sunda seperti Hatta Rajasa atau Ginanjar Kertasasmita, mantan Ketua DPW PKS DKI Jakarta itu dianggap lebih berpotensi menggaet banyak pemilih dari Jawa Barat. "Apalagi dari segi kepemimpinan, dia juga dinilai berhasil, karena menjadi gubernur Jabar dua kali periode," tambahnya. 

Pasangan Prabowo-Aher, kata Hamy, sudah diusulkan kader PKS Jawa Timur ke Majelis Syuro PKS Jawa Timur. Kemudian, usulan itu akan diteruskan kepada Majelis Dewan Syuro DPP PKS sebelum disampaikan kepada Prabowo Subianto. Selain dipastikan berkoalisi dengan PKS, Prabowo juga dipastikan akan didukung sejumlah partai seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun hingga kini, koalisi ini belum juga menetapkan siapa figur yang akan mendampingi Prabowo Subianto. 

Sejumlah nama yang disebut-sebut bakal mendampingi Prabowo antara lain Hatta Rajasa, Anis Matta dan Mahfud MD.
Kompas.com

KPU Jatim Tetapkan 100 Anggota Dewan

Selasa, 13 Mei 2014

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur resmi menetapkan 100 orang nama calon legislatif DPRD Jatim terpilih hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu. Penetapan setelah dilakukan Rapat Pleno Terbuka di Kantor KPU Jatim, Senin (12/5).
Komisioner KPU Jatim Choirul Anam mengatakan, selama Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Pileg Jatim 2014 tidak ada saksi dari partai politik yang protes. Hanya 3 parpol yang saksinya tidak hadir. Yakni PPP, PBB dan PKPI. "Mereka sudah diundang dan dihubungi tapi tidak datang. Kami tidak tahu apa alasan mereka tidak datang," kata Anam.
Berdasarkan rapat pleno penetapan hasil pileg 2014, PKB keluar sebagai partai pemenang di Jawa Timur dengan memeroleh 20 kursi total 100 kursi DPRD Jatim. PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan memeroleh 19 kursi. Posisi ketiga dan seterusnya secara berurutan adalah Gerindra (13 kursi), Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi), PAN (7 kursi), PKS (6 kursi), PPP (5 kursi), Nasdem (4 kursi), dan Hanura (2 kursi).
Berikut nama-nama 100 anggota DPRD Jatim periode 2014-2019 yang berasal dari 10 partai politik yang dinyatakan lolos:
Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo)
1. Bambang DH  (PDIP): 80.150
2. Anik Maslachah (PKB): 75.568
3. Ka'bil Mubarok (PKB): 56.940
4. Kusnadi (PDIP): 52.261
5. Zainul Lutfi (PAN): 40.971
6. Agatha Retnosari (PDIP): 33.379
7. M Basuki (Gerindra): 30.803
8. drh. H. Hamy Wahjunianto, MM. (PKS): 30.503
9. Benjamin K (Gerindra): 30.157
10. Hartoyo (Demokrat): 20.118
11. Sahat Tua S (Golkar): 11.680
12. Gatot Sutantra (Hanura): 9.981.

Dapil Jatim II (Kota Pasuruan-Kab Pasuruan-Kota Probolinggo-Kab Probolinggo)
1. Anisah Syakur (PKB): 98.294
2. Hasan Irsyad (Golkar): 86.266
3. Aida Fitriati (PKB): 62.546
4. Muzammil Syafi'i (Nasdem): 54.087
5. Eddy Paripurna (PDIP): 43.158
6. Mahdi (PPP): 43.118
7. Anwar Sadad (Gerindra): 41.370
8. Kusnadi (Demokrat): 26.447.

Dapil Jatim III (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso)
1. Akik Zaman (PKB): 111.285
2. Ma'mulahHarun (PKB): 88.557
3. Pranaya Yudha (Golkar): 40.388
4. Sudjarwo Arkat (PDIP): 39.377
5. Fauzan (PPP): 37.498
6. Agung Mulyono (Demokrat): 35.094
7. Irwan Setiawan, S.IP (PKS): 28.294
8. Ahmad Hadinuddin (Gerindra): 25.412.

Dapil Jatim IV (Lumajang-Jember)
1. Thoriqul Haq (PKB): 84.145
2. Umar Bashor (PDIP): 57.503
3. Fawait (Gerindra): 38.313
4. Ir. H. Artono (PKS): 37.515
5. Miftahul Ulum (PKB): 35.986
6. Moh Eksan (NasDem): 27.197
7. M Rofik (PPP): 26.203
8. Hery Prasetyo (Demokrat): 23.260
9. Karimullah D (Golkar): 20.905.


Dapil Jatim V (Malang, Batu, Kota Malang)
1. Soenarjo (Golkar): 50.189
2. Sri Untari (PDIP): 41.787
3. Sugeng Pujianto (PDIP): 42.460
4. H Gunawan (PDIP): 38.799
5. Fatchullah (PKB): 23.907
6. Kholifah (PKB): 23.005
7. Aufa Zhafiri (Gerindra): 15.906
8. Hj Dewi Mashita (NasDem): 11.663
9. Agus Dono (Demokrat): 10.942.

Dapil Jatim VI (Tulungagung-Kab.Kediri, Kota Kediri, Kota Blitar, Kab. Blitar)
1. Bambang Suhartono (PDIP): 112.828
2. Basuki Babussalam (PAN): 98.547
3. Ahmad Tamim (PKB): 60.508
4. Suharti (PDIP): 56.041
5. Chusainuddin (PKB): 54.325
6. Subianto (Demokrat): 50.758
7. Tjutjuk Sunario (Gerindra): 37.838
8. Moch. Alimin (Golkar): 34.472
9. Islan Gatot Imbata (PDIP): 32.062
10. Ja’far Tri Kuswahyono(PKS): 20.641
11. Bambang Rianto (Hanura): 17.909.

Dapil Jatim VII (Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Magetan, Ponorogo)
1. Sugiri Sancoko (Demokrat): 107.558
2. Bambang Juwono (PDIP): 84.102
3. Sri Subiati (Demokrat): 65.745
4. Suli Da’im (PAN): 55.568
5. Kusni Muh Husni (PKB): 53.526
6. M Noer Soetjipto (Gerindra): 47.182
7. Muhamad Sirodj (PKS): 44.256
8. Atika Banowati (Golkar): 43.059
9. Giyanto (PDIP): 29.880


Dapil Jatim VIII (Kab/kota Mojokerto, Kab/kota Madiun, Nganjuk, Jombang)
1. Halim Iskandar (PKB): 117.870
2. Imam Makruf (Gerindra): 67.943
3. Achmad Sillahuddin (PPP): 52.120
4. Renville Antonio (Demokrat): 50.200
5. SW. Nugroho PDIP): 49.837
6. Marsaid (PDIP): 44.422
7. Aisyah Lilia Agustina (PKB): 43.806
8. Ir. Yusuf Rohana (PKS): 39.236
9. Hery Sugihono (Golkar): 27.048
10. Salahuddin (PAN): 25.998
11. Achmad Heri (NasDem): 21.347.

Dapil IX (Tuban-Bojonegoro)
1. Khozanah Hidayati (PKB): 98.897
2. Agus Maimun (PAN): 62.105
3. Surawi (Demokrat): 53.052
4. Ali Mudji (PDIP): 44.546
5. Yayuk Padmi Rahayu (Gerindra): 22.939
6. Freddy Poernomo (Golkar): 22.933

Dapil X (Lamongan-Gresik)
1. Suhandoyo (PDIP): 119.325
2. Makin Abbas (PKB): 105.469
3. Husnul Aqib (PAN): 67.768
4. Samwil (Demokrat): 35.010
5. Kodrat Sunyoto (Golkar): 33.333
6. Kartika Hidayati (PKB): 29.610
7. Firdaus (Gerindra): 26.358.

Dapil XI (Bangkalan- Sampang-Pamekasan- Sumenep)
1. Syaifudin Asmoro (Gerindra): 170.793
2. Badrut Tamam (PKB): 168.105
3. H Hisan (Demokrat): 155.933
4. Achmad Iskandar (Demokrat): 149.652.
5. Mahhud (PDIP): 127.554
6. Abd Halim (Gerindra): 114.485
7. M Bin Muafi Zaini (Golkar): 97.071
8. Musyafak Noer (PPP): 81.858
9. Malik Efendi (PAN): 71.598
10. Aliyadi (PKB): 69.310.

DPRD Jatim Sahkan Perda Jalan yang Berkeselamatan

Selasa, 11 Maret 2014

Komitmen DPRD Jatim untuk terus mendesak pemerintah, supaya terus memperbaiki infrastruktur yang ada di Jawa Timur, tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, baru-baru ini para anggota dewan tersebut baru saja mengesahkan Perda Tentang Jalan yang Berkeselamatan.

Photo dari @kangirw4n

Perda tersebut merupakan inisiatif dari Komisi D DPRD Jatim. Anggota Komisi D Irwan Setiawan mengatakan, perda tersebut sebenarnya berawal dari kegelisahan Komisi D terhadap banyaknya kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan raya banyak rata-rata disebabkan oleh dua hal. Di antaranya kualitas jalan yang buruk, dan kecerobohan para pengguna jalan. Karena itu, kata Irwan, pihaknya ingin mendesak menekan angka kecelakaan yang
disebabkan oleh buruknya kualitas jalan terlebih dahulu. ‘’Baru kalau jalannya sudah diperbaiki, nanti kita akan minta pemerintah atau aparat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara secara hati-hati,” terangnya.

Politisi PKS itu mengungkapkan, dana yang akan dikucurkan untuk memperbaiki infrastuktur jalan pada tahun ini mencapai Rp 1,6 Triliun. Jumlah tersebut sudah mengalami peningkatan secara signifikan. Sebab, saat ini anggaran yang disediakan oleh DPU Bina Marga hanya mencapai Rp 600 Miliar. “Bahkan, pada tahun lalu jumlahnya lebih kecil lagi hingga Rp 400 Miliar,” bebernya. Selain mengatur perbaikan jalan, perda tersebut juga akan mengatur teknis rambu lalu lintas. Meskipun begitu, perbaikan jalan tetap akan menjadi prioritas, khususnya yang berada di kawasan timur ke selatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Jatim Imam Sunardhi. Politisi Demokrat itu berharap, dengan disahkannya perda tersebut, maka semakin banyak jalanan milik provinsi yang kualitasnya semakin membaik. “Karena pada dasarnya kita ingin semua aktivitas warga Jawa Timur, khususnya ekonomi lancar dengan ditunjang oleh jalan yang bagus,” harapnya. (jan/nin)

Kisah Penjual Sosis Jadi Caleg PKS

Rabu, 04 Desember 2013

Bagi orang kebanyakan, maju menjadi calon legislatif (caleg) harus bergelimang harta. Bisa memasang gambar mentereng berukuran besar di berbagai tempat, serta mampu membeli suara pemilih dalam pemilu. Namun hal itu tidak berlaku bagi Ali (37), warga Desa Plandi Kecamatan Jombang Kota.


Caleg dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ini jauh dari kriteria 'wah' tersebut. Meski siap bertarung dalam pemilu 2014 mendatang, Ali hanyalah seorang pedagang sosis keliling. Ia mangkal dari sekolah ke sekolah untuk menjajakan dagangannya. Namun soal semangat, Ali tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan ia yakin mampu merebut kursi di DPRD Jombang.

Ketika pagi masih buta, bapak dua anak ini sudah sibuk di dapur rumahnya yang sederhana. Ia menyiapkan seluruh peralatan yang akan digunakan untuk bekerja. Mulai membersihkan gerobak roda tiga, memasang kompor gas, menata sosis, hingga meracik saus. Tidak lupa, pria gempal ini membawa segepok stiker yang bergambar dirinya.

Setelah semua beres, kaki kekar Ali langsung menggenjot pedal gerobaknya. Roda gerobak kayu itu menggelinding menuju TK Bapin Desa Plandi atau yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya. Begitu Ali datang, bocah-bocah TK itu langsung menyerbu. Mereka berebutan membeli sosis yang dijajakan Ali.

Kompor yang mejeng di gerobak itupun menyala. Sejurus kemudian, bau khas sosis goreng sudah menyebar kemana-mana. Setelah selesai melayani bocah-bocah TK, giliran Ali beraksi. Suami dari Yuni Istikomah ini kemudian membagikan stiker berukuran kecil yang bergambar dirinya kepada para pengantar bocah TK. "Jangan lupa, pilih saya dalam pemilu mendatang," kata Ali penuh percaya diri.

Tuntas berjualan di TK Bapin, Ali kemudian bergeser menuju SDN Plandi. Di tempat itu, Ali melakukan aksi serupa, mulai melayani pembeli, hingga membagikan stiker kepada warga sekitar. Nah, ketika jarum jam menunjuk angka 10.00, warga Desa Plandi ini kembali ke rumah untuk beristirahat.

Namun saat hari menjelang sore, lulusan STM Dwija Bhakti Jombang ini kembali mengeluarkan gerobak usangnya. Ia berjualan di masjid yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. "Kalau sore jualan di sekitar masjid, karena banyak anak yang sedang mengaji," kata Ali berkisah.

Sebelumnya, jika dagangan tidak habis, sosis tersebut kembali ia bawa pulang. Namun semenjak dirinya terdaftar sebagai caleg PKS, dagangan tidak habis tersebut selalu diserbu warga secara gratis. "Mau bagaimana lagi, katanya warga, caleg itu harus sering bagi-bagi," katanya sembari tersenyum.

Soal latar belakang tertarik menjadi caleg, Ali bercerita panjang lebar. Semua itu berawal ketika dirinya masuk sebagai anggota PKS setahun lalu. Seiring laju waktu, Ali akhirnya dipercaya sebagai Ketua Ranting PKS Desa Plandi.


Sejak itu pula, penjual sosis keliling ini selalu bersinggungan dengan kerja-kerja partai. Singkat cerita, saat penyusunan daftar caleg, Ali diminta maju oleh DPD PKS Jombang. Ali ditempatkan di daerah pemilihan (Dapil) Jombang VI (Kecamatan Jombang - Peterongan). "Saya nomor urut enam," kata pria yang sudah delapan tahun berjualan sosis ini.

Strategi apa yang dilakukan agar menang? Ali bercerita, sejak masuk sebagai caleg tetap, ia langsung menghubungi saudara-saudarnya untuk membantu melakukan sosialisasi. Selain itu, ia juga membangun simpul-simpul di dusun terdekat. Alhasil, hingga saat ini sudah ada 20 orang simpul yang sukarela bergabung menjadi tim sukses Ali.

"Kalau nanti terpilih, saya akan memperjuangkan kesejahteraan fakir miskin dan anak yatim. Selain itu, juga mengupayakan permodalan bagi pengusaha kecil, pedagang asongan, dan pedagang kaki lima," ujar Ali penuh semangat. (Beritajatimdotcom)

CALEG PKS SURABAYA DIMINTA CERMATI DPT

Jumat, 27 September 2013

DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Surabaya meminta calon anggota legislatornya mencermati daftar pemilih tetap yang rawan trjadi kecurangan atau daftar pemilih ganda.

Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya Achmad Zakaria, Kamis, mengatakan permintaan tersebut menyusul satu bulan sejak ditundanya penetapan Nasional Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh keputusan KPU Pusat dan DPR-RI.

"Ini memberi ruang kembali kepada peserta Pemilu 2014 untuk melakukan pencermatan daftar pemilih, termasuk PKS," katanya.

Menurut dia, pencermatan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecurangan dan lainnya. Selain itu, lanjut dia, hal ini agar menciptakan kualitas penyelenggaraan pemilu yang bersih dan transparan.

"Awal September lalu, daftar pemilih sementara hasil perbaikan sudah disahkan KPU Surabaya menjadi DPT. Namun itu sifatnya lokal karena pengesahan DPT secara Nasional, masih ditunda bulan depan. Dengan begitu, masih ada waktu untuk melakukan pencermatan," katanya.

Ia mengatakan jika ada temuan pencermatan yang bersifat signifikan, maka catatan dan rekomendasi akan diberikan ke KPU Surabaya dan KPU Pusat melalui DPP PKS.

"Yang menjadi rawan adalah DPT ganda, atau nama yang sama tapi tercatat di beberapa tempat pemungutan suara (TPS), atau nomor induk kependudukan (NIK) tidak ada, dan masih banyak lagi. Ya, mudah-mudahan sepekan lagi selesai pencermatannya," kata Zakaria yang juga caleg PKS Dapil 3 untuk DPRD Kota Surabaya ini.

Untuk itu, lanjut dia, para caleg harus memastikan konstituen khususnya, dan warga Surabaya umumnya di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, apakah sudah yakin terdaftar di DPT nanti atau belum?
[antarajatim.com]

60 % Lebih Masyarakat Lumajang Pilih Karsa

Selasa, 03 September 2013

Lumajang -- 60 persen lebih masyarakat Lumajang yang menyalurkan hak suaranya pada tanggal 29 Agustus 2013 yang lalu, memilih pasangan Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. dan Drs. H. Saifullah Yusuf (KARSA). 

Hal ini terlihat dari Rapat Pleno Terbuka yang diadakan oleh KPU Lumajang bertempat di Gedung Soedjono siang (3/9/2013) tadi .

Secara keseluruhan proses pemilukada Gubernur Jawa Timur di Lumajang berjalan lancar tidak sampai seperti kabupaten tetangga sampai terjadi aksi anarkis. Ini yang disampaikan oleh Andry Dewanto saat membuka sidang rekapitulasi hasil suara pemilukada Jatim. Ketua KPU Jatim tersebut memberi Judul sambutannya dengan “Terima Kasih” karena kelancaran pemilukada tersebut adalah hasil kerja sama yang baik dari semua lapisan masyarakat.

Acara yang dihadiri oleh wakil Bupati Lumajang Drs. As’at Malik beserta jajaran muspida Lumajang ini dimulai pukul 13.30 dengan ketukan jari di mic 3 kali. Secara keseluruhan berjalan cukup lancar meski sempat ada kendala yakni saat PPK Kecamatan Kunir menyampaikan laporannya terdapat selisih 100 suara yang kemudian di klaim oleh saksi paslon no. 4, tetepi sudah bisa diselesaikan dengan baik.

Inilah hasil rekapitulasi perolehan suara masing-masing paslon:
1.   Karsa          :  288.491 suara (62,57 persen),
2.   Eggy-Sihat  :  12.861suara (2,79 persen),
3.   BangSa       :  47.942 suara (10,40 persen)
4.   Berkah        :  111.756 suara (24,24 persen).

Jumlah suara sah 461.050,  Suara tidak sah  923 dan total Suara tidak sah dan tidak sebesar 471.973 dari Daftar Pemilih Tetap DPT 815.283. [ism]

Kyai Maksum: Anis Matta Sudah Layak Dipanggil 'Kyai'

Pak Hamy, Kyai Maksum, Anis Matta
BONDOWOSO - Presiden PKS, Anis Matta, disambut oleh 1000 tokoh, ulama dan masyarakat di Bondowoso. Anis Matta yang didampingi oleh ketua umum DPW PKS Jawa timur, Hamy Wahjunianto, Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Timur, Fraksi PKS di DPRD Jatim dan pengurus PKS Jawa Timur hadir memenuhi undangan dari KH Maksum, Pengasuh Pondok pesantren Al Islah, Bondowoso.

KH Maksum sengaja mengundang Anis Matta dalam agenda yang bertajuk "Dialog Kebangsaan" karena kapasitas mantan wakil Ketua DPR RI ini yang layak disejajarkan dengan Kiai.

"Anis Matta ini sudah layak dipanggil Kyai karena kepandaian dan prilakunya yang baik", ujar Kiai Maksum.

Sebelum dialoq kebangsaan ini, rombongan Anis Matta berkesempatan untuk sarapan dirumah kediaman KH Maksum.

Dalam pidatonya Anis Matta menyampaikan bahwa Indonesia memiliki karakter kebangsaan yang berbeda dari bangsa-bangsa yang lain. "Indonesia terbentuk dari banyak bangsa yang ada di Nusantara. Ada Jawa, Sunda, Madura, Bugis danlain-lain. Oleh karena itu karakter kita adalah beragam. Namun tetap harmoni" Jelas Anis

Anis Matta dan rombongan disambut dengan tabuhan hadrah dan barisan para santri.

http://www.pkspiyungan.org/2013/09/kiai-maksum-anis-matta-sudah-layak.html

PKS ITU (JUGA) MILIK NAHDLIYIN

Senin, 02 September 2013

Hamy Wahjunianto, Anis Matta, K.H. Mutawakkil Alallah

Hangat sekali cara Kyai Mutawakkil menyambut rombongan Presiden PKS sore tadi. Mulai dari penampilannya yang sederhana, duduknya yang bersila dan rapat bersanding dengan ustadz Anis Matta, canda-candanya hingga ungkapan seriusnya....semua bermuara pada makna : beliau jatuh cinta terhadap PKS.

Pimpinan Ponpes Zainul Hasan, Probolinggo, yang mengasuh 7000an santri ini tampak santai dan blak-blakan. Saat diminta memberikan taushiyahnya, malah bilang, "Ini hanya seruan buat PKS, bukan taushiyah". Ini karena, kata beliau, Presiden PKS dan aktivis PKS memiliki intelektualitas dan spiritualitas tinggi sehingga lebih tepat mendapat seruan ketimbang taushiyah. He,,he,,he,, sindiran apa pujian ya, entahlah, yang jelas kemudian Pak Kyai melontarkan kalimat-kalimat serius.

"Saya serukan agar PKS tidak menabrak kemapanan. Pahami kultur dan kondisi daerah yang masing-masing memiliki coraknya sendiri", kata beliau. Sejurus hadirin menunggu uraiannya, tapi tampaknya Kyai tak ingin berpanjang lebar teori. Dalam konteks inilah rupanya beliau berkisah, menjelang pilgub Jawa Timur beberapa hari lalu, Kyai Mutawakkil mengingatkan pihak-pihak agar jangan menciptakan suasana tidak kondusif. "Ya saya berikan peringatanlah agar orang-orang Jakarta tidak main-main di Jawa Timur", katanya sambil tertawa dan menepuk-nepuk lengan ustadz Anis Matta.

Bagi saya, ini merupakan sentuhan kasih sayangnya agar PKS makin adaptif terhadap sosio-kultural masyarakat. Terlebih di Jawa Timur-lah bermukim lebih dari 25 juta warga Nahdliyin yang sering digambarkan berpandangan politik dan praktek keagamaan berbeda secara diametral dengan para kader PKS. Sebuah penggambaran yang sering pula dikelola menjadi pengganggu kemesraan PKS dan NU. Padahal, nyatanya orang nomor satu di PWNU Jawa Timur ini tak mengungkit sedikitpun soal perbedaan semacam itu.

Justru beliau menegaskan kesamaan visi perjuangan NU dan PKS yang memerlukan pengokohan dari waktu ke waktu. "Ini pertemuan pertama yang semoga bukan pertemuan terakhir", harapnya. Beliau juga berencana mengamanatkan beberapa aspirasi dan agenda warga Nahdliyin kepada anggota legislatif PKS untuk direalisir. "Semua ini dalam rangka kepentingan bersama ummat dan bangsa. Apalagi saya juga tahu bahwa ada banyak kader kami di PKS", tegasnya.

Rombongan Presiden PKS pun tampak hening menyimak dan mengaminkan doa-doa Pak Kyai menyongsong kemenangan PKS di Pemilu tahun depan. Bahkan acara masih dipungkasi pula dengan doa Kyai Nashiruddin, Katib Syuriah PWNU, yang memohonkan keselamatan PKS menghadapi fitnah duniawi dan keberpalingan dari akhirat. (*)

Oleh:

Ust Achmad Fathony
Pengasuh Ponpes Al Kahfi, Tarik, Sidoarjo

Salam Satu Nyali PKS Wani

Selasa, 04 Juni 2013

Surabaya-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur mengadakan pembekalan bagi seluruh BCAD Kabupaten/Kota dan Propinsi untuk memenangkan Pemilu 2014. Konsolidasi kader PKS se-Jawa Timur itu digelar di World Trade Centre Surabaya, Senin 3 Juni 2013. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden PKS Anis Matta dan beberapa pengurus DPP termasuk juru bicara DPP PKS di bidang Hukum (Fahri Hamzah), bidang Ekonomi (Andi Rahmat), bidang Politik (Mahfud Siddiq).

Acara yang dibuka oleh ketua DPW PKS Jawa Timur drh. Hamy Wahyunianto, MM itu dikemas dalam balutan budaya Jawa Timur terlihat dari beberapa Slogan tulisan yang terpampang di spanduk/banner acara, diantarannya “Salam satu nyali PKS Wani” dan “Lek aku PKS koen kate opo” dan acara digelar tanpa kursi atau dilantai, pada sesi hiburan ditampilkan seni ludruk yang merupakan kesenian khas Jawa Timuran.

“Saat ini PKS Jawa Timur telah memiliki 6 aleg pusat, 7 aleg propinsi dan 74 aleg DPRD Kab/Kota, Mereka seluruhnya siap membackup dan memenangkan pemilu 2014 dengan meraih target tiga besar” ujur mas Hamy sapaan akrab ketua DPW PKS Jatim itu.

Dalam konsolidasi BCAD tersebut dipaparkan mengenai kondisi Hukum, Ekonomi, dan Politik yang akan dihadapi Indonesia yang menuntut perjuangan PKS untuk memecahkannya. Presiden PKS Anis Matta dan ketiga juru bicara DPP diatas menggembleng kader PKS dengan orasi politiknya. Ada hal yang berbeda dalam orasinya kali ini. Selain menggelorakan semangat kader, juga akan bernuansa budaya yang menuntut seluruh caleg PKS untuk mampu bermasyarakat dan mengangkat nilai-nilai budaya.

Senada dengan perhelatan diatas DPD PKS Kab. Lumajang juga mengirimkan calon anggota legislatifnya yang dipimpin langsung oleh ketua umum DPD PKS Kab. Lumajang Drs. Imam Rofiq, di temui di sela-sela pemberangkatan di terminal Minak Koncar Lumajang beliau mengatakan “Kami mengirim semua caleg kami dengan komitmen satu nyali, yaitu PKS menang". (@iqbalmelsom/media)

Anis Matta Kunjungi Jawa Timur

Senin, 03 Juni 2013

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta dijadwalkan melakukan safari politiknya di sejumlah daerah di Jawa Timur selama tiga hari, 3-5 Juni 2013, dengan melakukan beberapa kegiatan. Hari pertama di Jatim, Aniss Matta yang ditemani Fahri Hamzah, Andy Rahmat, Rofi' Munawar dijadwalkan bertemu seluruh calon legislator PKS tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat yang akan maju melalui daerah pemilihan Jawa Timur. "Pertemuan ini diharapkan bisa menyamakan visi perjuangan dan semangat para calon legislator PKS untuk merebut kemenangan di Pemilu Legislatif 2014," ujar Ketua DPW PKS Jatim, Hamy Wahjunianto, dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Surabaya, Minggu malam.

Usai menemui kadernya, Anis Matta dan rombongan akan bersilaturahim dengan para ulama di Sampang, Madura. Pihaknya berharap mendapat masukan positif dari para ulama setempat. Pada hari kedua, Presiden PKS dijadwalkan menggelar nonton bareng film Sang Kyai di Studio 21 City of Tomorrow Surabaya bersama pengurus DPW PKS Jatim beserta keluarga. "Film ini sangat bagus untuk menginspirasi kader PKS. Kami mesti belajar banyak dari perjuangan KH Hasyim Asy’ari yang luar biasa perannya dalam perjuangan bangsa ini," katanya.

Setelah itu, rombongan PKS akan sowan ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur untuk mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan Konferwil Jatim, sekaligus meminta nasihat serta doa untuk PKS. "Perjalanan kemudian dilanjutkan silaturahim ke redaksi beberapa media, serta bertemu dengan pengusaha muda PKS," kata Hamy. Selanjutnya pada Selasa malam, Anis Matta direncanakan menuju Pesantren Tebuireng di Jombang, bertemu dengan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. "hari terakhir di Jatim, Presiden PKS beserta rombongan akan menemui para Habaib di Malang dan dilanjutkan berkunjung ke Pesantren Sidogiri di Pasuruan," katanya.(*)

3 Penyebab Kenaikan Harga Bawang

Kamis, 14 Maret 2013


Saat ini kenaikan harga komoditi hortikultura tak hanya terjadi untuk bawang putih saja, tapi juga terjadi untuk komoditi bawang merah. Jika bawang putih naik mencapai Rp 75 ribu per kg, harga bawang merah kini mencapai Rp 60 ribu per kg.
Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf saat dikonfirmasi LICOM, Rabu (13/3/2013), mengatakan kenaikan harga bawang merah ini diduga karena tiga hal. Pertama karena terimbas dari naiknya harga bawang putih. “Ini bentuk kepanikan pasar. Jika harga bawang putih naik, maka memungkinkan bawang merah juga ikut terkatrol naik,” katanya.
Kedua karena produksi turun disebabkan cuaca hujan. “Saat ini cuaca hujan juga diduga menjadi penyebab adanya kegagalan panen. Jika produksi turun, maka bisa jadi ini penyebab harga naik karena permintaan relatif tetap,” ujarnya.
Sedangkan penyebab ketiga diduga karena adanya faktor penimbunan. “Pemprov Jatim akan terus mencari tahu penyebab naiknya harga bawang merah. Jika memang karena ada penimbunan, maka kami akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku yang terbukti melakukan kecurangan,” tegasnya. 
@sarifa http://www.lensaindonesia.com/2013/03/13/inilah-penyebab-naiknya-harga-bawang-merah.html

Tifatul: PKS Geser Golkar dan PDI-P

Sabtu, 09 Maret 2013


Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring menilai, pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi yang sementara memimpin perolehan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara membuktikan suara PKS masih solid di daerah.

Tifatul mengakui, kemenangan PKS di Jawa Barat setelah Ahmad Heryawan kembali menjabat gubernur dan kemenangan di Sumatera Utara merupakan bukti terjadinya pergeseran suara basis massa partai.

"Dulunya Jabar dan Sumut kan basisnya Golkar dan PDI-P. Sekarang terjadi pergeseran yang signifikan," kata Tifatul Sembiring seusai memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/3/2013).
    
Kasus korupsi impor daging sapi yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka tidak lantas membuat PKS terpuruk. "Ini bukti kecepatan kita untuk merespons jadi persoalan tidak terlalu dominan di media. Setelah kami jelaskan ke publik, mereka cukup mengerti," ujar Tifatul yang juga menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika ini.     

Tifatul berharap, jika nanti memenangkan pilkada, Gatot-Erry dapat bekerja untuk semua golongan, suku, agama, dan partai mana pun. Mereka perlu menggandeng semua komponen saat memimpin Sumut.

Sumber ; http://regional.kompas.com/read/2013/03/09/09212164/Tifatul.PKS.Geser.Basis.Massa.Golkar.dan.PDI-P.


Kasus LHI adalah Berkah Bagi PKS


Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur Hammy Wahyunianto menyebut, masalah dugaan korupsi impor daging sapi yang menimpa petinggi partainya sebagai berkah, sehingga bisa bekerja lebih merakyat.
Ia menganggap, kasus yang menimpa Presiden PKS Lutfi Hasan tersebut sama sekali tidak berdampak terhadap elektabilitas PKS pada Pemilu 2014 mendatang.
 “Ini berkah, akhirnya termediakan. Banyak rakyat yang mendengar dan ingin mencari tahu tentang PKS,” katanya saat berkunjung ke Kediri, Jumat (08/03/2013)
Hammy Wahjunianto
Pihaknya mengaku, sebenarnya ada kekhawatiran tentang citra buruk dengan masalah yang menimpa DPP tersebut. Namun, dengan itu, terdapat langkah positif, sehingga PKS bekerja lebih merakyat.
Untuk pemilihan legislatif 2014, Hammy menargetkan satu daerah kota/kabupaten mempunyai minimal satu anggota DPRD dari PKS, bahkan diharapkan bisa sampai satu fraksi.
Target itu juga akan direalisasikan pada pemilihan di tingkat provinsi sampai pusat. Saat ini, di provinsi terdapat tujuh kader PKS dan enam di tingkat pusat. Diharapkan, jumlah itu akan bertambah pada pemilu mendatang.
Pihaknya juga sudah meminta pada kader di bawah untuk bekerja dengan maksimal meraih dukungan dan simpati masyarakat. Bukan hanya saat pemilihan Wali Kota atau Bupati, melainkan juga untuk pemilihan legislatif dan Presiden.
Untuk Pilkada Jatim, Hammy mengatakan PKS sudah resmi memberikan dukungan untuk pasangan Seokarwo yang bergandengan dengan Saifullah Yusuf dalam pemilihan mendatang. Hal itu berdasarkan survei internal yang sudah dilakukan oleh timnya.
Sosok Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf) dinilai cocok dengan visi dari PKS, sehingga sejak awal mendukungnya baik maju sebagai calon Gubernur atau calon wakil Gubernur.
Pihaknya belum bisa memastikan lawan dari pasangan Karsa dalam Pilkada Jatim 2013 ini. Dimungkinkan, akan ada dua lawan yaitu dari PDIP serta dari Khofifah yang dikabarkan juga akan maju dalam pemilihan.
“Kami khawatirkan pasangan yang berani melawan tidak terlalu banyak paling banyak tiga (yang ikut Pilkada Jatim) yaitu PDIP dan bu Khofifah. Tapi, saya belum tahu dia (Khofifah) dapat perahu atau tidak,” ucapnya.
Walaupun begitu, ia menyebut PKS tidak akan diam saja. Banyaknya dukungan pada pasangan Karsa akan tetap dimanfaatkan untuk terus menggerakkan mesin partai demi memenangkan tim yang mereka dukung.@ridwan_licom/ant http://www.lensaindonesia.com/2013/03/08/pks-jatim-anggap-dugaan-korupsi-sapi-sebagai-berkah.html

Walkot Kediri Janji Tertibkan Dugem


Wali kota Kediri Samsul Ashar berjanji bakal menertibkan tempat hiburan malam yang jumlahnya ratusan di Kota Kediri dan memberantas narkoba sesuai kontrak politik dengan Partai Keadilan Sejahtera, Jumat (8/3)
Gambar dari BErita JATim dot com

Penandatanganan kontrak politik tersebut, berlangsung di salah satu hotel bintang tiga di Jl Dhoho Kota Kediri setelah memastikan Samsul akan maju kembali dalam Pilkada Agustus mendatang.

Dengan perjanjian kontrak tersebut, ratusan tempat hiburan malam yang menjamur di Kota Kediri nasibnya bakal terancam, padahal dulunya didapatkannya izin juga dari Samsul ketika awal-awal dirinya menjabat wali kota.

Alasan PKS merekomendasi Samsul Ashar maju kembali sebagai calon wali kota Kediri karena dianggap berkarakter sama dengan kader partai berlambang bulan sabit kembar dan padi tersebut.

"Dukungan kepada Samsul Ashar untuk kembali maju sebagai calon wali kota setelah dilakukan survei di internal kader partai. Dengan rekomendasi itu Samsul Ashar yang bakal diusung oleh PKS harus melaksanakan kontrak politik jika nanti kembali terpilih memimpin kota Kediri, salah satunya itu tadi menertibkan tempat hiburan malam dan memberantas narkoba," Kata Ketua DPW PKS Jawa Timur Hammy Wahyudianto, pada sejumlah wartawan di Kediri, Jumat (8/3).

Sementara itu Samsul Ashar menyatakan tidak mau menanggapi polemik yang terjadi terhadap banyaknya hiburan malam di Kota Kediri saat awal-awal dia menjabat.

"Intinya saya siap menjalankan kontrak politik dengan PKS, sebab demi kebaikan masyarakat Kota Kediri," tukasnya pada sejumlah wartawan.


sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/wali-kota-kontrak-politik-dengan-pks-akan-berangus-tempat-dugel.html

Jawa Timur

Berita Lumajang

Dunia

 

© Copyright DPC PKS Sumbersuko Lumajang 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.