Label

Berita Lumajang (63) Dunia (36) Jawa Timur (28) Kiprah Aleg (12) Materi (1) Motivasi (5) Nasional (166) Renungan (126) Serba-serbi (43) Subhanallah (14) Sumbersuko (28) Syariah (1) dokumentasi (6) download (1) iptek (4) lain-lain (6) lokal (34) new (3) tsaqofah (17)

Serba Serbi

Sumbersuko

Renungan

Nasional

Tampilkan postingan dengan label Sumbersuko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumbersuko. Tampilkan semua postingan

PKS Sering-Sering Aja Kayak Gini

Senin, 24 Juni 2013

Kata pertama yang terucap dari seorang ibu yang bernama Nining warga desa Sumbersuko, ini adalah salah satu dari sekian banyak ekspresi masyarakat yang dapat kami tangkap pada acara layanan kesehatan gratis dari DPC PKS Sumbersuko Lumajang.

sedang memeriksa seorang nenek
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) DPC PKS Sumbersuko menggelar acara Periksa Kesehatan, Gula Darah, Asam Urat Gratis, disamping itu ada acara pembagian susu untuk balita serta bazzar murah.

Program Nasional Harganas untuk tahun ini mengambil tema "Keluarga Sehat Indonesia Kuat" selain di wilayah Kecamatan Sumbersuko ada 2 kecamatan lainnya yang mengadakan kegiatan serupa di wilayah kabupaten lumajang, dan beberapa wilayah lain akan menyusul.

bejubel di stand bazzar
Bertempat di rumah bapak Mulye Haihasan, di desa Kebonsari tanggal 23 Juni 2013, acara yang biasa dikenal sebagai “Baksos” tersebut dimulai pukul 09.00 pagi karena banyaknya masyarakat yang sudah mengantri memperoleh layanan dari tim kesehatan PKS.

Rupanya antusiasme warga Desa Kebonsari khususnya, sangat baik meskipun acarara belum dimulai tapi warga sudah berdatangan memadati lokasi. Sampai acara sudah ditutup pun masih ada yang datang ingin memperoleh layanan kami. Tidak heran beberapa warga ingin acara seperti ini secara regular dapat dilaksanakan di desanya karena parpol lain tidak pernah mengadakan hal serupa ini di daerahnya.


mendapat 3 set sayur
Menurut ketua panitia Harganas saudara Osyanto, tinggal satu desa diwilayah kecamatan Sumbersuko yang belum tercover acara baksos ini “acara semacam ini bergantian kami lakukan diseluruh wilayah Sumbersuko, tinggal satu desa yang belum kebagian” ujar calon anggota dewan ini dalam sambutannya.

Kemenangan Harus Dicapai Dengan Kerja

Minggu, 28 April 2013


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mengukuhkan struktur dan kadernya. Setelah konsolidasi selesai dilakukan untuk pengurus dan kader di Indonesia, kini pengukuhan dilakukan untuk kader di luar negeri yang diadakan di Turki.

Dengan semangat yang sama DPC PKS Sumbersuko juga mengadakan agenda yang serupa yaitu mengumpulkan kadernya yang tersebar di 8 desa di wilayah Kecamatan Sumbersuko. Bertempat di Mushollah “Darus Salam” Desa Kebonsari acara dimulai sekitar pukul 08.30 berakhir pukul 11.30.

Konsolidasi PKS ditingkat kecamatan ini dilaksanakan agar kader mulai dari pusat sampai ke daerah mempunyai pemahaman yang sama mengenai kemenangan yang akan dicapai di 2014 mendatang, kemenangan ini bukan semata-mata untuk mendapatkan suara saja, tetapi lebih dari itu, kerja kita adalah mengharap keridhoan Alloh semata.

Target kemenangan yang sudah dicanangkan oleh DPP PKS itu bukan impian semata yang akan langsung terwujud, tapi harus dilakukan dengan kerja-kerja kita melalui berbagai tahapan.

Susahnya Jadi Kader PKS

Senin, 02 Januari 2012

Ahad, 1 Januari 2012 sebelum Maghrib suasana hujan gerimis, sekelebat dibenakku muncul bayangan sepekan yang lalu di hari dan jam yang kurang lebih sama, waktu itu pulang dari Kecamatan Ranuyoso (berbatasan langsung dengan Kabupaten Probolinggo) kupacu motorku dengan kecepatan penuh membelah hujan tanpa sedikitpun berhenti hanya untuk memakai jas hujan (biar agak dramatis). 

Kulewati kecamatan demi kecamatan berdua bersama salah satu kader Sumbersuko untuk secepatnya sampai dan bertemu dengan istri dan kedua anak kami yang sudah tidak bertemu 2 malam 3 hari karena mengikuti semacam perkemahannya kader PKS atau yang biasa disebut Mukhoyam.

Sekalian saja saya gambarkan apa saja didalam mukhoyam itu (ini versi Sumbersuko)
Kebetulan bagi saya dan 2 sahabat Sumbersuko yang lain, mukhoyam ini adalah pengalaman kali pertama. Berbekal informasi yang minim dari "senior" tanpa persiapan yang ribet berangkatlah kami bertiga atas "instruksi" ketua DPC menuju lokasi pemberangkatan yaitu di Kecamatan Klakah. Setelah melalui jalan pengunungan yang berliku-liku akhirnya sampai di Lokasi Mukhoyam Gunung Ringgit.

Berbekal tenda (terpal plastik) atap kandang bebek kami pasang untuk sekedar menghindari hujan, bahan makanan yang semula cukup untuk bertiga ketambahan dua orang lagi dari kecamatan setempat, yang mungkin karena keterbatasan informasi juga tidak membawa bahan makanan ataupun peralatan masak, akhirnya kelompok kami makan apa adanya.


Mukhoyam memang benar-benar dilatih kesiapan dan ketahanan fisik kita, ini terbukti acaranya dari waktu kewaktu sebagian besar seputar melatih fisik, mulai dari yang ringan yaitu senam, sampai yang terberat yaitu longmarch naik turun gunung selama 6 jam (keren) ditambah membawa perbekalan selama berkemah (mantab nggak tuh), sesekali diselingi games-games dan pengetahuan seputar kepanduan/kepramukaan.


Seperti judul diatas emang bagi sebagian orang, khususnya penulis merasa, "kok susah gini jadi Kader PKS?" "Kayaknya kader partai lain gak gini-gini amat deh!" "ada nggak sih di partai laen kadernya disuruh push up, sit up, long march disuruh makan lontong sisa kemarin (emang enak/khusus Kader Sumbersuko), dilatih bangun malam (bukan trus tidur lagi), sholat jama'ah, tilawah dll?".


Meskipun susah jadi kader PKS, belum lagi cibiran orang "...." yang bilang "sok sucilah, sok alim lah, shock breaker lah?". Trus kalau ngadain acara mengandalkan kantong sendiri (habis dong kantongnya). Harus siap sewaktu-waktu diperlukan ninggalin keluarga, kerjaan.
Tapi yang mengherankan koqya kadernya bebal bener tetep aja bertahan disini.


Tapi memang hidup ini berat, tanpa jiwa yang kuat dan raga yang sehat serta semangat yang hebat, roda kehidupan ini hanya memerlukan orang yang tahan banting. Orang yang lemah, tanpa daya akan terlindas oleh roda kehidupan ini. PKS melatih kadernya untuk dapat survive dalam kehidupan ini, menjadikan kader-kader yang tangguh bukan kader-kader cemen.

Photo-photo terkait Mukhoyam disini

Lumajang ditantang Sumbersuko

Rabu, 16 November 2011

Tidak mudah patah semangat adalah salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pejuang dakwah dalam menghadapi ladang dakwah, karena tantangan dari hari ke hari sedemikian km. Inipun yang seolah dimiliki oleh kader-kader dari DPC PKS Sumbersuko yang pernah dibekuk 1-6 dikandang sendiri TKP, tidak putus harapan sampai disini, Kader Sumbersuko memberanikan diri "mengundang" kader-kader DPC Lumajang untuk bertanding sepak bola di Lapangan Sumbersuko.

Mengenai hari, tanggal dan waktu kami menyerahkan sepenuhnya kepada kesediaan  kader-kader Lumajang untuk menentukannya, kami mengikuti saja, Kami menyediakan tempat dan konsumsi, akomodasi tanggung sendiri... (he..he.. deket ini).

Kami menunggu konfirmasinya dalam waktu dekat ini kalau DPC PKS Lumajang bersedia memenuhi undangan kami. Kami harap Lumajang bersedia memenuhi "tantangan" kami atau kalau tidak kami akan menganggap Lumajang "takut" menghadapi Sumbersuko.




Hujan Bukan Penghalang

Rabu, 09 November 2011

Selasa sore (08/11/2011) ba'da Ashar jam digital anakku menunjukkan angka 15.45, seperti hari selasa beberapa minggu lalu ibu-ibu diwilayah barat Kecamatan Sumbersuko mengadakan kajian rutin.

Bedanya pada Selasa sore ini, karena sudah memasuki musim penghujan daerah kami juga tidak ingin ketinggalan mengalami hujan juga. Seolah tidak peduli dua orang ummahat ini berangkat menuju lokasi "pengajian" dengan jalan kaki sekitar 3 km bersama 3 buah hati mereka.

Agenda hari ini membahas kerja nyata apa yang bisa ibu-ibu lakukan untuk masyarakat Sumbersuko khususnya sekaligus membahas karena semakin dekatnya hari ibu, Ibu-ibu ini juga ingin memberikan sumbangsihnya turut bekerja untuk Sumbersuko.


Semoga dengan menginfaqkan waktunya ibu-ibu ini dicatat sebagai amal kebaikan, dan dapat memberatkan timbangan perbuatan baiknya kelak di akhirat nanti.


Idul Adha Sumbersuko

Sabtu, 05 November 2011

Setelah disembelih, lalu digantung dikuliti, dipotong-potong, diiris kecil-kecil, sebagian ditimbang terus dibagi-bagi yang tidak dibagikan malah lebih parah lagi ada yang dipotong-potong dadu kemudian ditusuk-tusuk tidak berhenti sampai disitu masih dikasih kecap sama minyak masih dibakar sampai agak kehitaman, dicampur bumbu dan terakhir dimakan oleh Saudara-saudara yang ikut ambil bagian pada acara tersebut.
Itulah gambaran singkat apa yang terjadi di kediaman ketua DPC PKS Sumbersuko Bapak Muhammad Sholeh, kelihatan sadis ya?.

Tenang saudara, itulah gambaran dari perintah Allah yang dilaksanakan setiap Idul Adha (Q.S. 108:2), tak ketinggalan setiap tahun DPC PKS Sumbersuko selalu mengadakannya. Kebetulan pada kurban tahun ini Sumbersuko menyembelih 6 ekor kambing dan 1 (satu) ekor sapi sebagai wujud kasih sayang kita kepada Allah (Q.S. 3: 92) dan juga sesama, karena setelah dipotong kurban tersebut diberikan kepada masyarakat sekitar, khususnya yang  berada diwilayah Sumbersuko.

Mudah-mudahan tahun depan kita masih diberi kelapangan rezeki supaya bisa melaksanakan kurban lebih banyak lagi dan masyarakat luas akan bisa menikmatinya.

Inilah bukti tanda cinta kami khususnya kepada masyarakat Sumbersuko


masih dipotongi lebih kecil lagi

Bekerja untuk Sumbersuko

Rabu, 19 Oktober 2011

Syirkah Adil Sejahtera
Sudah sekitar 1 (satu) minggu ini DUNIA MAYA tidak disapa oleh PKSumbersuko dengan tulisan-tulisannya, bukan tanpa sebab Saudara.... Karena dalam seminggu ini PKSumbersuko lebih memilih sibuk menyapa DUNIA NYATA.

Dengan niat awal yang tulus untuk mewujudkan cita-cita mensejahterakan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kerja DPC PKS Sumbersuko yaitu Kec. Sumbersuko kami memulai program untuk memberdayaan masyarakat Sumbersuko.

Sepekan ini kami seluruh kader dan simpatisan PKSumbersuko disibukkan untuk memulai usaha bersama dibidang peternakan dan pekan ini sudah memasuki babak baru yaitu memulai membuat kandang dan mengisi dengan ternak.

Karena sesuai dengan musyawarah beberapa waktu lalu kami sepakat untuk  bergerak dibidang ternak sapi dan itik.

Untuk ternak sapi sebagai percontohan adalah wilayah Desa Purwosono yang dikomandoi oleh saudara Osyanto (BPK DPC) dan ternak itik digawangi oleh Saudara Junaidi (Bendahara DPC).

Inilah KERJA NYATA kami Bekerja untuk Sumbersuko, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumbersuko


Dokumentasi

Boom dari Sumbersuko

Senin, 26 September 2011

Tim Ekonomi DPC PKS Sumbersuko
Bom meledak di Solo, seorang yang diduga pelaku dan seorang lagi menjadi korban tewas dalam kejadian tersebut, menghiasi media massa menenggelamkan berita besar lainnya diantaranya kasus Nazarudin, Andi Nurpati, Antasari, Century dll. yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan.

Daripada mikirin bom-bom nggak jelas gitu, mending mikirin kerja nyata untuk masyarakat yang jelas-jelas membutuhkan. Untuk itulah kami seluruh jajaran DPC PKS Sumbersuko mengadakan silaturahim, mumpung masih syawal sekalian Halal bi Halal dan syuro membahas kelanjutan program pemberdayaan ekonomi anggota.

Acara dimulai beberapa jam setelah bom meletus di Solo, dan berakhir sebelum kumandang adzan ashar. untuk lebih bermanfaat bagi orang lain karena sebaik-baik manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Hasil keputusan syuro kali ini kader DPC Sumbersuko akan membuka usaha peternakan Sapi dan Bebek Potong, bekerja sama dengan warga sekitar dalam hal pengelolahannya.

Dengan dua rencana kegiatan tersebut sedikit akan dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat, khususnya di daerah Sumbersuko. 
Dan mudah-mudahan program ini akan menjadi boom dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas nantinya.

Kabar Duka dari Kader Sumbersuko

Minggu, 04 September 2011

Selang beberapa jam setelah berita meninggalnya istri pedangdut Saipul Jamil, muncul kabar duka dari salah seorang kader PKS Kecamatan Sumbersuko. Berita Duka tersebut berasal dari keluarga Saudara Osyanto, atau tepatnya bapak mertua beliau telah berpulang pada pukul  22.30 hari Sabtu.

Beliau meninggal dirumahnya setelah mengalami sakit yang cukup lama dideritanya. Bapak dari Sdri. Diah ini rencananya akan dikebumikan pada hari ini Ahad, 04 September 2011 di Tambun, Bekasi.

Hanya untaian do'a yang mengiringi kepergian beliau, semoga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan mohon ma'af kami tidak bisa berta'jiah.

Nasihat Imam Ghozali di Buka Bersama Sumbersuko

Senin, 22 Agustus 2011




Sudah cukup lama-sekitar 7 hari-kami tidak menyapa Sahabat Sumbersuko melalui tulisan di blog ini, karena berbagai hal. Untuk memenuhi rasa rindu kami kepada sahabat semua kami sampaikan berita kegiatan yang dilakukan oleh DPC Sumbersuko khususnya yang berada di wilayah Desa Kebonsari. Bertempat di rumah Ustadz Guntur diadakan acara buka puasa bersama agenda dimulai pukul 17.00 tepat dibuka oleh tuan rumah selanjutnya diisi oleh taujih dari ustadz Abdul Kalim, yang mengetengahkan taujih dari Imam Al Ghazali, berikut petikannya :
Dan pada suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya;
Pertama: “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid- muridnya menjawab, “Orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”.
Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “mati”. Sebab, sesuai dengan janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. [Ali Imran : 185]
Kedua: “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab, “Negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang”. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Walau dengan cara apa sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Ketiga: “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab, “Gunung, bumi dan matahari”. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “hawa-nafsu” [Al-A'raaf :179]. Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Keempat: “Apa yang paling berat di dunia ini?”
Ada yang menjawab, “Besi dan gajah…” Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah” [Al-Ahzab : 72] Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah [pemimpin] di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.
Kelima: “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Ada yang menjawab, “Kapas, angin, debu dan daun-daunan”.
“Semua itu benar”, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan sholat”. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermasyarakat, kita meninggalkan sholat.
Keenam: “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”.
“Benar”, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Pas selesai menyampaikan taujih tersebut adzan maghrib berkumandang dilanjutkan dengan menyantap menu takjil dan dilanjutkan dengan sholat berjama’ah dimushollah setempat.
Karena acaranya buka bersama maka acara intinya yaitu berbuka bersama-sama setelah sholat maghrib. (ISM)

Jawa Timur

Berita Lumajang

Dunia

 

© Copyright DPC PKS Sumbersuko Lumajang 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.